PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo menggelar puncak Hari Lahir (Harlah) ke-66 dan halalbihalal di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Senin (27/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi kader untuk memperkuat tradisi intelektual dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Acara tersebut dihadiri Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, yang menegaskan peran strategis PMII sebagai ruang tumbuhnya pemikiran kritis generasi muda. Ia menyebut organisasi ini berkontribusi dalam mencetak calon pemimpin masa depan.
“PMII bukan sekadar organisasi, melainkan ruang tumbuhnya intelektual muda. Dari sinilah lahir ide dan pemikiran yang dapat mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kedekatan historis PMII dengan Nahdlatul Ulama menjadi fondasi penting dalam menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang moderat dan inklusif.
Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Probolinggo, Ahmad Faiz, mengingatkan agar peringatan harlah tidak berhenti pada seremoni. Ia mengajak kader merefleksikan Tri Motto PMII: Dzikir, Pikir, dan Amal Sholeh.
“Kader PMII harus mampu menjaga spiritualitas, memperkuat tradisi intelektual dengan analisis dan metodologi yang matang, serta menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Probolinggo, Dedi Bayu Angga, menekankan pentingnya soliditas antara kader aktif dan alumni dalam membangun gerakan.
Dedi menyebut Harlah ke-66 sebagai simbol kolektivitas untuk memperkuat gerakan organisasi ke depan. Ia menilai tantangan sosial membutuhkan kolaborasi lintas generasi.
“Gerakan besar dan peradaban besar tidak bisa dibangun sendirian. Kita semua harus bergerak dalam satu barisan, saling bergandengan tangan, dan saling menguatkan agar visi besar PMII untuk umat dan bangsa bisa terwujud secara nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, kader PMII diharapkan lebih proaktif dalam merespons isu sosial, keagamaan, hingga kebijakan publik di daerah. Momentum ini sekaligus menjadi titik tolak penguatan peran PMII dalam pembangunan masyarakat.