Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
08 Mei 2026 | 14:19 WIB
Daerah

5 Rekomendasi Kiai Sepuh Jawa Timur kepada PBNU

IMG
Forum Rais Syuriyah NU se-Jawa Timur melahirkan lima rekomendasi penting untuk PBNU dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (7/5/2026). Foto: Ist.

 

KEDIRI (Surau.ID) – Forum halal bi halal kiai sepuh bersama rois syuriah PCNU se-Jawa Timur menghasilkan sejumlah rekomendasi penting kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ PBNU.

Lima rekomendasi penting tersebut disampaikan para kiai sepuh kepada PBNU sebagai langkah memperkuat arah organisasi, menjaga muruah ulama, serta menjawab tantangan sosial dan kebangsaan yang terus berkembang.

Pertemuan yang digelar di aula An-Nawawy Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026), berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Forum dihadiri para kiai sepuh, pengasuh pesantren, serta jajaran pengurus NU dari berbagai wilayah.

Forum tersebut dihadiri sejumlah ulama, di antaranya KH Muhammad Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH An’im Falahuddin, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Yahya Cholil Staquf, Amin Said Husni, KH Muadz Thohir, serta KH Muhibbul Aman.

Selain dihadiri Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur, pertemuan tersebut juga diikuti Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan itu, forum menyampaikan lima poin rekomendasi kepada PBNU.

Pertama, PBNU diminta segera melaksanakan musyawarah nasional (munas), konferensi besar (konbes), dan muktamar ke-35 NU secara baik, bersih, transparan, serta tetap berpedoman pada AD/ART organisasi.

Kedua, forum meminta PBNU segera menggelar rapat pleno sebelum pelaksanaan munas dan konbes.

Ketiga, forum mengusulkan agar pengambilan keputusan strategis menuju muktamar melibatkan para sesepuh dari unsur mustasyar PBNU sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama senior.

Keempat, forum menegaskan NU dan pesantren memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Karena itu, forum mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU digelar di lingkungan pondok pesantren demi menjaga ruh dan tradisi jamiah.

Kelima, forum secara khusus mengusulkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi pelaksanaan muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mendatang. Menurut forum, Lirboyo memiliki sejarah panjang dalam pengabdian keilmuan, kaderisasi ulama, serta kontribusi terhadap perjalanan Nahdlatul Ulama.

“Forum berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi perhatian bersama demi menjaga muruah organisasi, memperkuat persatuan jamiah, serta memastikan seluruh proses menuju muktamar ke-35 berjalan dengan penuh hikmah, musyawarah, dan tanggung jawab keorganisasian,” ungkap, KH Oing Muid Shohib, Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo. (*)

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id