SITUBONDO (Surau.ID) – Musyawarah Besar (MUBES) X IKSASS Santri Putra resmi melahirkan pemimpin baru. Kawan Dzikri Romadhon, kader asal Rayon Pamekasan, ditetapkan sebagai Ketua Umum PP IKSASS Santri Putra Periode XI untuk masa bakti 2026–2028. Keputusan ini diambil setelah melalui rangkaian sidang yang dinamis di Jabal Rahmah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Nakhoda baru organisasi santri ini diputuskan setelah panitia dan peserta melakukan sowan ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Ph.D., pada hari terakhir acra.
Kedatangan mereka bertujuan menyerahkan dokumen hasil sidang sekaligus berkonsultasi mengenai nama-nama calon ketua umum. Pengasuh pesantren kemudian menetapkan nama Dzikri yang disambut hangat oleh seluruh peserta.
Sebelum mencapai mufakat, forum tertinggi organisasi ini berlangsung cukup ketat sejak Senin hingga Jumat, 11–15 Mei 2026. Sebanyak 115 delegasi dari berbagai rayon dan sub rayon IKSASS di seluruh Indonesia hadir untuk merumuskan arah gerakan organisasi.
Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan spiritual berupa ziarah ke maqbarah masyayikh pesantren serta pembacaan Ratibul Haddad bersama. Setelah resmi dibuka, tensi organisasi mulai meningkat sejak sidang pleno tata tertib yang bergulir hingga dini hari.
Forum kemudian masuk ke pembahasan krusial mengenai aturan organisasi, meliputi: Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO), Pokok-pokok rekomendasi dan program kerja jangka panjang
Suasana ruang sidang sempat memanas dan berjalan alot saat menyusun regulasi pemilihan Ketua Umum. Guna mencairkan suasana yang tegang, pimpinan sidang bahkan sempat menghentikan sementara (skors) jalannya forum.
Dinamika kaderisasi terlihat jelas saat empat kandidat ketua umum berhadapan dalam sesi debat terbuka. Mereka saling memaparkan visi, misi, serta menjawab berbagai pertanyaan kritis dari panelis dan peserta terkait masa depan IKSASS Santri Putra.
Menanggapi proses tersebut, Sekretaris Umum Majelis Syuri PP IKSASS Alumni, KH. Moh. Aso Samsudin, M.Pd., mengingatkan pentingnya loyalitas santri terhadap lembaga.
“Ketika kita berbicara IKSASS, kita berbicara pesantren. Karena IKSASS adalah organisasi kader tangan kanan pesantren,” tegas KH. Moh. Aso Samsudin dalam forum penutupan.
Ia juga berpesan agar para pengurus baru berniat tulus dalam berorganisasi. “Khidmah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, akan mendatangkan keberkahan secara terang-terangan,” tambahnya.
Keberhasilan regenerasi kepemimpinan dari Madura ini diharapkan mampu memperkuat pergerakan, sistem kaderisasi, serta kontribusi nyata santri bagi pesantren dan masyarakat luas.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, A. Firman Maulana, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang membuat agenda dua tahunan ini selesai dengan kondusif.
“Tentu kami sangat puas dengan pelaksanaan MUBES X. Karena forum permusyawaratan tertinggi ini berjalan dengan lancar dan tertib,” pungkasnya.