SITUBONDO (Surau.ID) – Asrama Bahasa Asing (Asbas) Language Boarding House (LBH) Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo resmi menutup program pendidikan bahasa asing empat tahunan melalui agenda The 5th Final Examination Report (Laporan Ujian Akhir ke-5).
Kegiatan ini merupakan evaluasi pamungkas bagi para santri ini berlangsung di halaman Gedung Haulah Binti Azur pada Jumat (15/05/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh pesantren dan akademisi, meliputi Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Ny. Hj. Ukhtul Istifadah, Mahmudi Bajuri, serta A’izatul Mustafidah.
Suasana semakin khidmat dengan kehadiran para pengajar, anggota Asbas, wali santri, alumni, serta KH. Muhammad Holil Abdul Jalil yang turut menyampaikan orasi ilmiah.
Rangkaian Ujian Berstandar Internasional
Ketua Panitia, Nazilatul Wardaniah, menegaskan bahwa agenda ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian proses akademis dan evaluasi yang wajib dilewati oleh setiap anggota Asbas.
Sebelum mencapai tahap ini, lanjutnya, para santri telah diuji melalui berbagai instrumen kompetensi bahasa yang ketat.
“Semua tahapan itu menjadi bagian dari evaluasi kemampuan bahasa para member selama mengikuti pendidikan di Asbas,” ujar Nazilatul.
Ia memaparkan, beberapa ujian yang harus diselesaikan santri antara lain: Ujian akhir program, Tes standardisasi bahasa seperti TOAFL (bahasa Arab) dan TOEFL (bahasa Inggris) Sidang risalah untuk kelas mutakadim dan Presentasi mini vlog langsung bersama penutur asli (native speaker) untuk kelas advance.
Fokus pada Komunikasi Aktif
Nazilatul juga menambahkan bahwa kurikulum Asbas tidak sekadar mengejar pemahaman teori di atas kertas.
“Fokus utama dari pendidikan empat tahun ini adalah membentuk karakter santri yang mampu mempraktikkan bahasa asing tersebut secara aktif dalam interaksi sehari-hari,” katanya.
Prosesi penutupan ini berjalan meriah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para santri yang berhasil menyelesaikan masa studinya.
Melalui program intensif ini, Asbas Sukorejo berkomitmen untuk terus mencetak generasi santri yang menguasai bahasa internasional, berwawasan global, serta siap berkontribusi di ranah akademik maupun sosial.