Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Juni 2026 | 20:43 WIB
Daerah

Bupati Ra Hamid Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Umat

IMG
Bupati Bondowoso Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. saat membuka Seminar Nasional Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA (Foto:Ist)

 

BONDOWOSO, (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong transformasi peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat melalui penguatan ekosistem Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) produktif.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. saat membuka Seminar Nasional Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA bertema “Sinergi Membangun Ekosistem ZISWAF Produktif Pesantren yang Mandiri dan Berkelanjutan” di Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember tersebut menghadirkan KH Faiz AHZ, M.Fil., Ketua DPW HEBITREN Jawa Timur, Yono Haryono, Kepala Divisi Implementasi KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si., Guru Besar Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam Universitas Airlangga. Seminar dipandu moderator Vidy, sementara Myrnawati Savitri, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, menyampaikan sambutan pembuka.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ra Hamid, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa maupun daerah.

Menurut beliau, pesantren selama ini tidak hanya mencetak generasi yang memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter sosial masyarakat.

“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember atas sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendorong penguatan ekonomi syariah dan pemberdayaan pesantren,” ujarnya.

Beliau menjelaskan, keberadaan pesantren di Bondowoso telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas sosial, budaya, hingga ekonomi tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren sehingga keberlanjutan pesantren menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Namun di tengah perkembangan zaman, pesantren dihadapkan pada berbagai tantangan baru. Selain peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sarana prasarana, pesantren juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi global.

Karena itu, Bupati Hamid menilai penguatan sistem pembiayaan menjadi kebutuhan mendesak bagi pesantren.

“Pembiayaan bukan sekadar persoalan uang, melainkan instrumen strategis untuk membangun masa depan pesantren. Pesantren membutuhkan sistem pembiayaan yang berkelanjutan dan mandiri,” tambahnya.

Menurut beliau, ketergantungan pesantren terhadap iuran santri, bantuan pemerintah, maupun donasi masyarakat perlu diimbangi dengan penguatan sumber pendanaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang ditawarkan adalah membangun pembiayaan pesantren berbasis komunitas dengan melibatkan alumni, jamaah, pelaku usaha, lembaga zakat, perbankan syariah, akademisi, hingga pemerintah daerah.

Ra Hamid menilai konsep tersebut sejalan dengan karakter pesantren yang tumbuh dari masyarakat dan berkembang bersama masyarakat.

Dalam paparannya, beliau juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi ZISWAF produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

“Tantangan kita hari ini bukan hanya bagaimana menghimpun ZISWAF, tetapi bagaimana mengelolanya secara produktif. Kita harus menggeser orientasi dari pola konsumtif menuju pola produktif,” katanya.

Bagi Ra Hamid, wakaf produktif dapat dikembangkan menjadi berbagai sektor usaha seperti pertanian, perdagangan, rumah produksi, maupun unit usaha pesantren.

Sementara zakat, infak, dan sedekah dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Beliau menambahkan, apabila pengelolaan ZISWAF dilakukan secara profesional dan transparan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pesantren tetapi juga masyarakat luas.

Selain itu, Ra Hamid menyoroti pentingnya peran alumni pesantren yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Menurutnya, alumni dapat berkontribusi melalui dukungan finansial, jaringan usaha, transfer pengetahuan, hingga pembukaan akses kemitraan strategis yang mampu memperkuat kemandirian pesantren.

Beliau juga mendorong pesantren untuk mengembangkan berbagai unit usaha produktif, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan, industri kreatif, ekonomi digital, hingga produk halal.

“Pesantren perlu didorong menjadi pusat kewirausahaan sosial yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam era transformasi digital saat ini, Hamid menilai pemanfaatan teknologi juga harus menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi pesantren.

Penggunaan QRIS, platform donasi digital, hingga sistem informasi keuangan dinilai mampu meningkatkan transparansi serta kepercayaan masyarakat.

“Semakin transparan pengelolaan keuangan pesantren, semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat. Semakin tinggi kepercayaan masyarakat, semakin besar pula partisipasi yang akan diberikan kepada pesantren,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Ra Hamid mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan pesantren yang mandiri dan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan ZISWAF produktif sebagai instrumen pemberdayaan. Mari kita jadikan pesantren sebagai pusat pertumbuhan ekonomi umat dan membangun ekosistem kolaborasi yang mampu menghubungkan pesantren, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dalam satu tujuan besar, yaitu mewujudkan pesantren yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id