Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
11 Juli 2026 | 08:21 WIB
Daerah

Wisuda S3 di Tengah Amanah Memimpin Daerah, Ra Hamid: Belajar Tak Mengenal Jabatan

Abdul Hamid Wahid Bupati Bondowoso (Foto: Surau.ID/Ist)

 

JEMBER (Surau.ID) – Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. membuktikan bahwa amanah sebagai kepala daerah tidak menjadi penghalang untuk terus menimba ilmu. Di tengah kesibukan memimpin pemerintahan, ia sukses menyelesaikan pendidikan doktor pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dan diwisuda pada Kamis (9/7/2026).

Pada prosesi wisuda tersebut, Abdul Hamid dipercaya mewakili para wisudawan menyampaikan kesan dan pesan. Ia mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin mendoakan dua tokoh akademik UIN KHAS Jember, yakni Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM. dan Ketua Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Dr. Ishak, M.Ag., yang telah wafat pada Juni 2026.

“Semoga amal ibadah, ilmu, dan dedikasi beliau menjadi amal jariah yang terus mengalir di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Abdul Hamid mengisahkan bahwa perjalanan meraih gelar doktor tidaklah mudah. Di sela menjalankan tugas sebagai Bupati Bondowoso, ia harus meluangkan waktu untuk membaca berbagai referensi, melakukan penelitian, berdiskusi dengan dosen pembimbing, hingga menyelesaikan disertasi.

“Bagi kami, perjalanan menuntut ilmu ini bukanlah jalan yang sederhana. Di tengah tanggung jawab besar sebagai kepala daerah, kami tetap berupaya menyediakan waktu untuk belajar, meneliti, dan menyelesaikan tugas akademik,” katanya.

Ia mengaku banyak waktu istirahat yang harus dikorbankan demi menyelesaikan pendidikan. Bahkan, tidak sedikit tantangan yang membuatnya hampir menyerah. Namun, seluruh perjuangan itu akhirnya terbayar dengan keberhasilan meraih gelar doktor.

Menurut Ra Hamid sapaan akrabnya, capaian akademik tidak boleh berhenti pada gelar yang disandang. Ilmu harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Semakin tinggi ilmu yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat. Gelar ini bukan simbol prestise, tetapi amanah moral dan intelektual untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan wisuda sebagai akhir perjalanan belajar. Dunia, menurutnya, membutuhkan lebih banyak insan yang terus mengembangkan diri sekaligus memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama.

“Sebab apa artinya memperoleh gelar akademik jika tidak mampu meningkatkan martabat sesama dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.

Ra Hamid turut menyampaikan apresiasi kepada dosen, promotor, kopromotor, tenaga kependidikan, keluarga, serta seluruh sivitas akademika UIN KHAS Jember yang telah mendampingi proses pendidikannya hingga selesai.

Menutup pidatonya, ia mengutip pesan Imam Syafi’i bahwa ilmu merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Baginya, wisuda doktor bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadirkan kepemimpinan yang semakin berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id