Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Juni 2026 | 12:02 WIB
Daerah

Inovasi Pendidikan Sains Berbasis Etika Lingkungan dari Ma’had Aly

IMG 60
Dua mahasantri Ma'had Aly raih Best Idea (Foto: Surau.ID/Ist).

 

KEDIRI (Surau.ID) – Dua mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan berhasil meraih Best Idea dalam ajang National Scientific Article Competition (NSAC) 2026 atas terobosan model pembelajaran sains berbasis Eco-Maqashid.

Gagasan ini mengintegrasikan penguasaan sains, teknologi digital, dan etika lingkungan yang berpijak pada prinsip maqashid al-shari’ah. Inovasi tersebut lahir sebagai solusi atas kesenjangan antara pemahaman teoritis sains dan minimnya perilaku ekologis yang bertanggung jawab di kalangan peserta didik.

Samsul Rozikin dan Mukhammad Roikhan memperkenalkan model Eco-Maqashid Scientific Learning (EMSL) yang memperluas literasi sains. Pendekatan ini menuntut siswa tidak sekadar menguasai konsep, melainkan mampu menalar, mempertimbangkan nilai, hingga melakukan aksi nyata demi kelestarian alam.

Mengatasi Kesenjangan Pengetahuan dan Aksi

Temuan riset mereka menyoroti bahwa pendidikan sains modern masih cenderung bersifat teoritis. Akibatnya, banyak siswa mampu menjelaskan masalah lingkungan secara akademis, namun gagal menerapkan tanggung jawab etis dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam model EMSL, prinsip seperti hifz al-bi’ah (perlindungan lingkungan) dan hifz al-nafs (perlindungan jiwa) dijadikan landasan moral. Sains tidak lagi diposisikan sebagai ilmu netral, melainkan instrumen untuk menciptakan kemaslahatan bersama dan menjaga keseimbangan kehidupan di bumi.

Tahapan Pembelajaran Holistik

Implementasi model ini dirancang melalui lima fase strategis: kontekstualisasi isu ekologis, investigasi ilmiah berbasis teknologi, refleksi nilai maqashid, penalaran etis berbasis data, serta eksekusi proyek lingkungan nyata.

“Pembelajaran sains tidak cukup berhenti pada pemahaman konsep, tetapi harus mampu membentuk kesadaran etis dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan,” ujar Samsul Rozikin, salah satu pemenang kompetisi.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan pesantren sangat relevan dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis keberlanjutan. Model Eco-Maqashid kini diharapkan dapat diuji secara empiris dan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal sebagai upaya melahirkan generasi cerdas yang memiliki tanggung jawab moral mendalam terhadap kelestarian alam dan lingkungan.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id