Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Juni 2026 | 16:45 WIB
Nasional

ISNU Bahas Kedaulatan Ekonomi di Tengah Geopolitik Global

IMG 73
ISNU rumuskan solusi kedaulatan ekonomi (Foto: Surau.ID/Ist).

 

KEDIRI (Surau.ID) — Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menggelar Halaqoh Nasional bertajuk ‘Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua’ di Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo, Kediri, Minggu (21/6/2026).

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para intelektual Nahdliyin untuk merumuskan langkah dalam menghadapi tantangan dunia yang penuh ketidakpastian.

Melawan Hegemoni Kapitalisme Global

Mantan Ketua Umum PP ISNU, Prof. Ali Masykur Musa, dalam paparannya mengingatkan bahwa kapitalisme global merupakan ancaman nyata terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia. Ia menyoroti kebijakan pasar bebas dan intervensi asing yang kerap bertentangan dengan prinsip ekonomi kerakyatan serta amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Kita harus aktif menentang kebijakan yang membuka peluang penguasaan asing pada aset vital. Kita perlu kembali memahami ideologi kerja untuk menandingi hegemoni nilai-nilai kapitalisme dan sosialisme,” tegas Prof. Ali Masykur. Ia mendorong penguatan ekonomi domestik dan kemandirian ekonomi organisasi agar tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap pasar global.

Sinergi Intelektualitas dan Spiritualisme

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusyiah Lirboyo, KH Reza Ahmad Zahid, menekankan pentingnya keseimbangan bagi para kader ISNU. Menurutnya, pembeda utama antara intelektual Nahdliyin dengan cendekiawan lainnya adalah konsep “manajemen barokah”.

“Keberkahan akan hadir bila kita berkumpul bersama dengan kader-kader terbaik untuk memperjuangkan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ketua Panitia Halaqoh, Prof. KH M Afif Hasbullah, menambahkan bahwa ISNU berkomitmen penuh dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Ia menekankan bahwa di tengah ketegangan geopolitik yang berdampak pada ketahanan pangan dan energi nasional, intelektual Nahdliyin harus mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan rakyat.

Halaqoh ini menegaskan peran vital kaum sarjana NU untuk tetap relevan dalam menafsir zaman, serta menjadikan pemahaman geopolitik sebagai dasar dalam setiap langkah strategis bagi pembangunan Indonesia yang lebih mandiri dan berdaulat.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id