BANGKALAN (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran krusial kiai dan ulama Nahdlatul Ulama sebagai figur yang paling dekat dengan masyarakat, terutama dalam memahami realitas kehidupan rakyat di pedesaan, Selasa (23/06/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung khidmat di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Presiden menekankan bahwa para ulama memiliki sensitivitas tinggi dalam merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat bawah. Kedekatan ini menjadi fondasi penting bagi kolaborasi antara ulama, pemerintah, TNI, dan kepolisian untuk mengerti aspirasi rakyat.
Tanggung Jawab Negara Dan Keterbukaan Data
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya dalam menjalankan sumpah jabatan sesuai UUD 1945 secara sungguh-sungguh. Ia menekankan perlunya transparansi pemerintah dalam menghadapi persoalan bangsa tanpa perlu menutup-nutupi realitas yang ada dengan kata-kata manis.
Dalam arahannya, Presiden menyoroti perlunya kejujuran dalam melihat data dan fakta lapangan guna membenahi berbagai penyimpangan yang selama ini terjadi. Perbaikan sistem dianggap mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di masa depan.
Mengamankan Kekayaan Bangsa Demi Rakyat
Langkah strategis ke depan akan difokuskan untuk menjaga kekayaan negara agar tidak mengalir ke luar negeri. Presiden berkomitmen agar hasil kekayaan tersebut benar-benar dinikmati rakyat, bukan segelintir pihak saja.
“Kita tidak perlu bicara manis-manis karena bangsa ini butuh kenyataan. Kekayaan bangsa harus tinggal di Indonesia dan dinikmati rakyat,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para alim ulama dan peserta Munas-Konbes NU.
Refleksi ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras demi kedaulatan ekonomi bangsa. Komitmen pemerintah dalam transparansi dan perlindungan aset negara diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan kondisi bangsa ke arah yang lebih baik dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.