KRAKSAAN (Surau.ID)— Sebanyak 51 santri kelas akhir Pondok Pesantren Al-Mashduqiah sukses menggelar pagelaran seni akbar bertajuk Al-Mashduqiah Spektakuler pada Sabtu (3/10/2026). Acara yang menjadi puncak rangkaian Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Prospek) ini dirancang bukan sekadar panggung hiburan, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan santri.
Sebanyak 17 santri putra dan 34 santri putri dari kelas 6 Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) Ulya yang tergabung dalam Halqatul Mu’allimin wal Mu’allimat (HAMIM) mengusung tema Determined Generation.
Seluruh persiapan pagelaran mulai dari konsep acara, tata cahaya, dekorasi panggung, hingga pementasan tari kolosal, drama musikal, musik, dan hadrah dikelola secara mandiri oleh para santri.
Proses di balik layar menjadi sarana pendidikan riil bagi para santri untuk melatih kerja sama tim, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan tanggung jawab organisasi sebelum resmi menyelesaikan studi mereka di pesantren.
Kemeriahan acara tersebut menyedot perhatian ribuan pengunjung yang terdiri dari santri, wali santri, alumni, hingga masyarakat umum.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kraksaan, seperti Camat Kraksaan, Lurah Patokan, perwakilan Polsek dan Koramil Kraksaan, serta pengurus PD Pontren Al-Mashduqiah.
Selain sajian seni, panitia juga menggelar Bazar UMKM Al-Mashduqiah Spektakuler. Pasar rakyat ini melibatkan para pelaku usaha dari unsur alumni dan mitra pesantren untuk mendorong perekonomian lokal sekaligus mengenalkan produk mereka kepada para tamu undangan.
Melalui pementasan ini, panggung pertunjukan dimaknai sebagai media edukasi. Gemerlap panggung dan antusiasme penonton menjadi bukti nyata dari proses panjang pendisiplinan diri, kreativitas, dan kepemimpinan yang ditanamkan kepada para santri selama berada di pondok pesantren.