PESAWARAN (Surau.ID) – Badan Wakaf Sidodadi (BWS) Way Lima menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu pada momentum Hari Asyura, Kamis (25/6/2026), sebagai bentuk nyata pemanfaatan hasil pengelolaan wakaf produktif secara berkelanjutan.
Kegiatan sosial ini bersumber dari dana pengelolaan wakaf uang yang telah dijalankan dengan prinsip amanah serta transparan selama lima tahun terakhir, tepatnya sejak dirintis pada Mei 2021.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa wakaf uang tidak hanya sekadar ibadah jariyah, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi yang mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.
Sistem pengelolaan yang profesional memungkinkan BWS Sidodadi memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kecamatan Way Lima. Dukungan masyarakat yang konsisten menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan program wakaf produktif tersebut.
Selain santunan untuk anak yatim piatu, dana yang dikelola juga dialokasikan untuk berbagai kegiatan sosial lainnya. Program ini mencakup bantuan biaya pengobatan bagi warga kurang mampu, renovasi rumah layak huni, hingga santunan bagi kelompok dhuafa.
Pengelolaan wakaf yang berorientasi pada kemaslahatan umat diharapkan dapat terus berkembang menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di daerah lain. Fokus utama pengembangan ke depan adalah memperluas jangkauan manfaat wakaf untuk memperkuat ketahanan ekonomi umat.
“Dengan pengelolaan yang profesional, manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak pihak, dari anak yatim hingga masyarakat dhuafa,” ujar Ustadz Rifa’i, Ketua BWS Sidodadi sekaligus Ketua MWCNU Way Lima.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat dalam membangun peradaban melalui dana umat yang dikelola secara bertanggung jawab. Melalui langkah ini, diharapkan akan tercipta ekosistem kepedulian sosial yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi teladan bagi gerakan filantropi Islam di Indonesia.