KEDIRI (Surau.ID) – Bahtsul masail merupakan wadah silaturahim keilmuan krusial di lingkungan pesantren untuk mencari solusi persoalan keagamaan, namun belum menjadi entitas penilaian resmi dalam evaluasi belajar mahasantri di Ma’had Aly.
Perwakilan Mudir Ma’had Aly Lirboyo, Agus Arif Ridwan Akbar, mengungkapkan bahwa evaluasi belajar mahasantri saat ini masih menitikberatkan pada penulisan risalah dan ujian, bukan pada partisipasi dalam forum bahtsul masail.
Meski tidak masuk dalam instrumen penilaian, forum ini tetap dianggap sangat penting sebagai ruh ilmiah melalui tradisi mubahasah dan munadharah yang menunjukkan kualitas argumentasi serta intelektualitas para mahasantri di lingkungan pesantren.
Pengembangan Tradisi Ilmiah Pesantren
Agus Arif Ridwan Akbar menekankan bahwa bahtsul masail berfungsi sebagai ruh ilmiah yang menunjukkan kemampuan adu argumentasi mahasantri, sehingga diharapkan tradisi ini dapat terus berkembang dan membawa kemaslahatan.
Penyelenggaraan forum di Ma’had Aly Lirboyo pada Ahad (28/6/2026) ini melibatkan kolaborasi dengan NU Online Institute untuk membahas topik kontemporer seperti jual-beli emas digital dan perlindungan kesehatan bagi jamaah haji.
Peningkatan Kapasitas dan Ekonomi Syariah
Direktur NU Online Institute, Ahmad Mundzir, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyelenggarakan kelas peningkatan kapasitas bagi mahasantri Ma’had Aly, terutama untuk memperkuat kemampuan tatbiq atau penerapan ekonomi syariah.
“Kemampuan turats mereka tidak diragukan lagi, tetapi perlu peningkatan tatbiq ekonomi syariah,” ujar Ahmad Mundzir, Direktur NU Online Institute.
Penguatan kapasitas ini dilakukan mengingat tantangan dalam menemukan penulis yang memiliki keseimbangan kompetensi antara penguasaan literatur klasik atau turats dengan pemahaman mendalam mengenai ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.