Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
18 Juni 2026 | 15:14 WIB
Daerah

Bondowoso Targetkan Reboisasi 2.352 Hektare Lahan Tebu

IMG
Suasana program ratoon Bondowoso (Foto: Surau.ID/Ist).

 

BONDOWOSO, (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tengah memacu Program Bongkar Ratoon demi mendongkrak produktivitas tebu rakyat sekaligus menyukseskan target swasembada gula nasional pada tahun 2026. 

Dalam program strategis ini, Bondowoso dibebani target pengembangan lahan tebu seluas 2.352 hektare, yang meliputi peremajaan tanaman (bongkar ratoon) serta perluasan areal tanam baru.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menegaskan bahwa pencapaian swasembada gula memerlukan kolaborasi solid dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, petani, penyuluh, hingga sektor industri. 

Menurutnya, komoditas tebu merupakan pilar penting dalam pembangunan pertanian dan roda ekonomi warga lokal.

“Melalui kegiatan ini, Kabupaten Bondowoso menunjukkan komitmen untuk mendukung program swasembada gula nasional. Sektor tebu memiliki peran besar dalam pembangunan pertanian dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia optimistis Bondowoso mampu menjadi daerah produsen tebu unggulan karena didukung oleh ketersediaan lahan yang luas serta pengalaman para petani setempat dalam budidaya tebu.

Progres Lapangan dan Tantangan Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., memaparkan bahwa program bongkar ratoon ini sengaja difokuskan untuk mengganti tanaman tebu tua yang produktivitasnya sudah merosot. Langkah peremajaan ini dinilai krusial demi menjaga kualitas bahan baku pabrik gula.

Hingga Kamis (18/6/2026), realisasi program di lapangan tercatat telah menyentuh angka 797,789 hektare atau berkisar 33,92 persen dari total target. Kendati terus berjalan, Mulyadi mengakui adanya sejumlah kendala yang dihadapi para petani di wilayahnya.

Pasokan Benih: Terbatasnya akses terhadap benih tebu varietas unggul. Permodalan: Keterbatasan modal usaha mandiri bagi petani daerah. Faktor Alam: Penyesuaian pola tanam akibat fluktuasi cuaca dan pasokan air.

Guna mengatasi hambatan tersebut, pemkab setempat menggandeng PG Prajekan serta Kementerian Pertanian untuk memperkuat pendampingan melalui penyuluh di lapangan.

Optimisme Produksi Gula 2026

Di sisi lain, performa sektor industri gula di Bondowoso menunjukkan tren positif. Pada musim giling tahun 2026 ini, PG Prajekan mematok target produksi gula hingga 5,5 juta kuintal. 

Angka tersebut didorong oleh target capaian rendemen rata-rata sebesar 7,62 persen, yang mencatatkan kenaikan dari musim sebelumnya.

Melalui akselerasi program bongkar ratoon yang terintegrasi ini, Pemkab Bondowoso optimistis target perluasan 2.352 hektare lahan tebu dapat rampung tepat waktu demi mendongkrak kesejahteraan petani lokal.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id