Jember (Surau.ID) – Ledakan di Masjid Raya Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, dipastikan bukan berasal dari bom. Meski sempat mengagetkan jemaah salat Tarawih, polisi menyebut insiden tersebut berasal dari reaksi kimia akibat panas ekstrem dalam lemari besi.
“Dari hasil analisa sementara dari tim gabungan, tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak yang berada di dalam lemari besi,” kata Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputro, Jumat (27/3).
Dari insiden tersebut, tim Laboratorium Forensik bersama unsur kepolisian kemudian menelusuri sumber ledakan. Mereka menemukan dua senyawa kimia di dalam lemari besi, berupa Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin). Akibat peningkatan suhu secara drastis, kedua zat tersebut memicu tekanan dan ledakan.
“Seperti sodium perklorat NaClO4 dan poli atau bisphenol acetoepiklorohidrin yang kemudian karena mengalami perubahan suhu atau temperatur panas sehingga kemudian menimbulkan ledakan,” ujarnya.
Polisi juga menduga bahan kimia itu merupakan sisa material dari proses renovasi masjid yang masih tersimpan di dalam lemari besi. Sampai saat ini, penyidik masih menjalani proses penyelidikan dan mendalami kemungkinan adanya faktor lain.
“Kendati demikian, tim gabungan masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian ledakan tersebut dan setiap perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” tuturnya.
Meski insiden tersebut tidak memakan korban jiwa, jemaah sempat dibuat panik dan berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Bahkan, terdapat satu orang yang mengalami gangguan pendengaran dan harus mendapat perawatan medis.