Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
06 April 2026 | 19:10 WIB
Nasional

Buku “Teladan Sang Menteri” Karya Akademisi UIN Ar-Raniry Diluncurkan di Istiqlal

IMG
Pigura cover buku Teladan sang Menteri, Nasaruddin Umar, Senin (6/04/2026). (Foto: Aras/Surau.ID).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Buku Teladan Sang Menteri karya akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi diluncurkan di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin, 6 April 2026. Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi yang diselenggarakan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI).

Peresmian buku ditandai dengan penandatanganan mockup sampul serta penyerahan simbolis oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Dalam forum tersebut, Nasaruddin juga hadir sebagai pembicara utama.

Ia mengungkapkan proses intelektual dan spiritual yang ditempuh selama ini, termasuk kebiasaan membaca, menulis, serta refleksi yang dijalani secara intensif meski dengan waktu istirahat terbatas. Pengalaman belajar dari tradisi pesantren dan kajian tasawuf, menurut dia, turut membentuk cara pandangnya terhadap ilmu dan kehidupan.

Sejumlah pejabat turut menghadiri acara tersebut, antara lain Staf Khusus Menteri Agama, Tenaga Ahli Menteri Agama, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur PKU Masjid Istiqlal Ahmad Thib Raya, serta Rektor Senior UIN Ar-Raniry Yusny Saby. Hadir pula Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi.

Mengulas Pemikiran dan Kepemimpinan

Buku ini ditulis oleh Mujiburrahman bersama Reza Idria, Kamaruzzaman, Rahmad Syah Putra, Muhajir Al Fairusy, dan Arkin. Karya tersebut mengangkat sosok Nasaruddin Umar melalui pendekatan biografis reflektif.

Para penulis tidak hanya menyajikan perjalanan hidup secara kronologis, tetapi juga mengulas gagasan intelektual serta kontribusinya dalam kebijakan publik, terutama di bidang keagamaan.

Mujiburrahman menjelaskan, bagian awal buku menyoroti latar sosial dan kultural Nasaruddin yang tumbuh di Bone, Sulawesi Selatan. Ia dibesarkan dalam lingkungan religius dengan nilai disiplin, integritas, serta kecintaan terhadap ilmu. Nilai budaya Bugis seperti siri’ na pacce disebut berperan dalam membentuk karakter kepemimpinannya.

Perjalanan akademiknya berkembang sejak menempuh pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar profesor. Ia dikenal sebagai pemikir progresif yang mampu menjembatani tradisi keilmuan Islam klasik dengan tantangan modernitas.

Salah satu gagasan yang disorot adalah moderasi beragama. Nasaruddin digambarkan konsisten mendorong dialog, inklusivitas, dan persatuan dalam masyarakat majemuk.

Buku ini juga membahas pendekatan teo-sofi dalam memahami Al-Qur’an yang memadukan dimensi teologis dan filosofis secara kontekstual. Selain itu, konsep eko-teologi turut diangkat, yang mengaitkan ajaran tauhid dengan tanggung jawab ekologis manusia, termasuk implementasinya melalui program eco-masjid.

Dalam bidang pendidikan, diperkenalkan pula konsep “kurikulum cinta” yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai fondasi pembelajaran.

Melalui buku ini, para akademisi UIN Ar-Raniry berupaya menghadirkan potret menyeluruh Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, dan negarawan. Karya tersebut diharapkan menjadi referensi bagi kalangan akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas dalam memahami model kepemimpinan religius yang moderat dan inklusif.

Penulis: Muhammad Aras Prabowo
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id