BONDOWOSO (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi membuka Festival Muharram 1448 H yang diintegrasikan dengan Road to Fesyar SAMARA (Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang), Sabtu (20/6/2026).
Perhelatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah bersama Bank Indonesia Jember untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata dalam membangun sistem ekonomi yang berbasis nilai-nilai syariah guna menghadapi tantangan ekonomi global.
Fokus pada Pemberdayaan UMKM
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM berbasis syariah adalah kunci agar pelaku usaha lokal lebih mandiri, berdaya saing, dan memiliki kepastian hukum melalui sertifikasi halal.
“Momentum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif demi mewujudkan Bondowoso yang berkah,” ungkap Bupati Abdul Hamid saat membuka acara.
Sinergi dan Terobosan Ekonomi
Dukungan nyata terhadap pelaku usaha diwujudkan melalui serangkaian kegiatan strategis dalam festival ini, di antaranya:
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk memanfaatkan momentum “Bulan Pembiayaan Syariah” sebagai peluang dalam meningkatkan inovasi dan skala bisnis. Ia berharap nilai-nilai Tahun Baru Islam 1448 H dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Bondowoso untuk menciptakan terobosan ekonomi yang lebih kreatif dan produktif.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, diharapkan ekonomi daerah Bondowoso dapat tumbuh lebih merata dan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas.