Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
01 Agustus 2026 | 10:35 WIB
Daerah

Kemenkop Integrasikan Koperasi Susu dengan Program MBG, Peternak Rakyat Jadi Garda Terdepan

Peluncuran Program Penguatan Koperasi Susu di Pasuruan
Peluncuran Program Penguatan Koperasi Susu di Koperasi Usaha Ternak Tani (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/7). {Foto: Kemenkop}

 

PASURUAN (Surau.ID) – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat peran koperasi susu sebagai penggerak kedaulatan pangan dan gizi nasional sekaligus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penguatan tersebut ditandai melalui peluncuran Program Penguatan Koperasi Susu di Koperasi Usaha Ternak Tani (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/7).

Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, menegaskan bahwa pembangunan generasi emas Indonesia harus dimulai dari penguatan ekosistem susu nasional yang melibatkan peternak rakyat, koperasi, hingga industri pengolahan.

“Peluncuran penguatan koperasi susu ini adalah langkah konkret sinergi dari hulu ke hilir. Kita memastikan susu pasteurisasi yang diminum anak-anak diproduksi langsung oleh peternak rakyat melalui koperasi,” ujar Koko.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Lely Hiswendary, Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori, serta Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin.

Koko menjelaskan, Kemenkop juga mengawal penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Regulasi itu diharapkan mampu menghubungkan koperasi sektor riil, termasuk koperasi susu, secara langsung dengan rantai pasok program MBG.

Selain menyiapkan regulasi, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan daya saing koperasi melalui modernisasi fasilitas produksi. Penguatan itu mencakup penyediaan mesin pasteurisasi hingga sistem rantai dingin (cold chain) agar koperasi mampu memasok susu segar berkualitas secara berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus mendorong modernisasi sarana prasarana, mulai dari mesin pasteurisasi hingga rantai dingin (cold chain), agar koperasi mampu menyuplai susu segar berkualitas tinggi secara berkelanjutan,” tegasnya.

Peternak Dorong Perlindungan Lewat Regulasi Persusuan

Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa Jawa Timur hingga kini masih menjadi penyumbang terbesar produksi susu nasional dengan kontribusi hampir 60 persen. Menurutnya, koperasi-koperasi yang hadir dalam kegiatan tersebut mewakili sebagian besar kekuatan produksi susu di provinsi itu.

“Di ruangan ini saja, hadir koperasi-koperasi yang mewakili 80 persen dari total produksi Jawa Timur di bawah komando GKSI. Ini membuktikan bahwa koperasi susu tetap eksis dan menjadi soko guru ekonomi meski menghadapi berbagai badai cobaan tata niaga,” ungkap Evi.

Evi menilai penguatan koperasi susu menjadi langkah penting untuk memperbesar kontribusi koperasi sebagai pemasok susu pasteurisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam ekosistem program MBG. Di sisi lain, ia berharap pemerintah segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Persusuan guna memperkuat perlindungan dan pemberdayaan peternak rakyat di tengah persaingan perdagangan bebas.

“Semoga pemerintah tidak lupa bahwa ada peternak yang butuh uluran tangan, perlu diperkuat dan diberdayakan karena koperasi susu adalah wajah asli ekonomi kerakyatan Indonesia,” terangnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id