PAITON (Surau.ID) – Pondok Pesantren Nurul Jadid terus memperkuat syiar dakwah di ruang digital. Melalui bidang Humas dan Infokom Putri, sebanyak 15 santriwati terpilih resmi dikukuhkan sebagai pewarta pesantren. Mereka kini mengemban tugas sebagai garda terdepan dalam memproduksi informasi dan berita positif dari lingkungan pesantren.
Pemilihan 15 pewarta ini melalui proses kurasi yang cukup ketat. Pembina Pewarta Putri, Ustadzah Maria Al-Faradela, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima 50 pendaftar di awal seleksi.
Para anggota yang lolos merupakan representasi dari berbagai wilayah dan asrama guna memastikan seluruh dinamika kegiatan di pesantren putri tercover dengan baik.
“Usai pengukuhan, para anggota langsung mengikuti stadium general dan pelatihan jurnalistik. Kami membekali mereka dengan materi-materi krusial sebelum mereka diterjunkan langsung untuk meliput di lapangan,” jelas Ustadzah Maria.
Langkah strategis ini mendapat apresiasi penuh dari pengasuh. Wakil Sekretaris Pesantren, Ny. Hj. Muthmainnah Waqid, atau yang akrab disapa Ning Iin, menyebut jurnalisme sebagai instrumen dakwah yang sangat efektif di era sekarang.
Menurutnya, menjadi pewarta bukan sekadar urusan mengolah kata, melainkan sarana melatih karakter santri.
Ning Iin menekankan tiga nilai utama yang akan terasah melalui aktivitas jurnalistik: Tanggung Jawab: Dalam mengelola dan menyampaikan informasi kepada publik, Kejujuran: Integritas dalam menyajikan fakta apa adanya, Kedisiplinan: Kepatuhan terhadap ritme kerja jurnalis yang menuntut ketepatan waktu.
Dalam arahannya, Ning Iin memotivasi para santriwati agar konsisten menyebarluaskan setiap agenda positif pesantren.
Ia meyakini bahwa tulisan yang membawa kebaikan bagi pembaca akan menjadi amal jariyah bagi penulisnya.
“Kita ingin ruang publik diisi dengan konten inspiratif dan edukatif. Jika kita menebar kebaikan melalui tulisan, insya Allah pahalanya akan terus mengalir,” tuturnya.
Selain sebagai sarana dakwah, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi santriwati. Dengan keterampilan komunikasi yang mumpuni, para lulusan pesantren diharapkan memiliki bekal berharga untuk berkontribusi di tengah masyarakat di masa depan.