PROBOLINGGO (Surau.ID) – Para massa yang tergabung dalam Laskar Jogo Probolinggo menggelar aksi damai di depan Mapolres Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Minggu (12/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk menagih janji pihak kepolisian dalam memberantas praktik premanisme berkedok debt collector ilegal yang kian meresahkan warga.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.20 WIB hingga 12.25 WIB ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Massa datang dengan membawa atribut lengkap, mulai dari spanduk tuntutan hingga pengeras suara yang diangkut menggunakan belasan mobil minibus, truk, serta puluhan sepeda motor.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Mustofa Assegaf, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap maraknya aksi perampasan kendaraan di jalanan secara sepihak. Ia mendesak agar Polres Probolinggo segera merealisasikan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya pernah dilakukan.
“Kami hadir di sini karena peduli. Kami tidak ingin hukum kalah oleh tindakan sewenang-wenang di jalanan. Kami meminta Polres Probolinggo tidak hanya berhenti pada janji, tapi segera memberikan bukti nyata penindakan terhadap debt collector ilegal,” ujarnya.
Mustofa juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan laporan masyarakat. Menurutnya, rasa aman adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh kepolisian melalui operasi rutin dan berkelanjutan.
Senada dengan Mustofa, Akhil selaku penanggung jawab aksi, mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat kini berada di titik nadir. Dalam orasinya ia menilai lambannya penanganan kasus intimidasi di lapangan memicu dugaan adanya pembiaran terhadap jaringan penyedia jasa penagih utang ilegal tersebut.
“Banyak laporan yang masuk, namun tindak lanjutnya masih minim. Di mana kehadiran negara saat warga diintimidasi? Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, kami akan membawa massa yang lebih besar,” tegas Akhil.
Aksi berjalan tertib dan damai. Perwakilan massa berharap aspirasi mereka segera ditindaklanjuti secara serius demi terciptanya ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Kabupaten Probolinggo. Usai menyampaikan orasi dan menyerahkan poin tuntutan, massa membubarkan diri dengan teratur di bawah pengawasan petugas kepolisian.