Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
17 Februari 2026 | 17:14 WIB
Hiburan

Ditemukan di Sulawesi, Piton Raksasa Terpanjang Tembus Rekor Dunia

Ular
Seekor ular piton betina raksasa jenis sanca kembang dengan panjang 7,22 meter, cetak Guinness World Records sebagai ular liar terpanjang di dunia. Foto: Guinness World Records (GWR)

 

MAROS (Surau.ID) – Seekor sanca kembang betina sepanjang 7,22 meter ditemukan di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada akhir 2025. Ular yang dijuluki “Ibu Baron” itu kemudian diverifikasi sebagai ular liar terpanjang yang pernah diukur secara formal di dunia.

Verifikasi dilakukan oleh Guinness World Records setelah pengukuran resmi pada 18 Januari 2026 menunjukkan panjang tubuh mencapai 7,22 meter dari kepala hingga ekor. Panjang tersebut hampir setara lebar gawang sepak bola standar FIFA jika dibentangkan penuh.

Pengukuran dilakukan tanpa pembiusan. Dalam kondisi dibius, tubuh ular biasanya lebih rileks sehingga dapat memanjang hingga sekitar 10 persen. Dengan demikian, panjang potensial Ibu Baron diperkirakan bisa mendekati 7,9 meter. Namun pembiusan tidak dilakukan karena tidak ada kebutuhan medis mendesak dan demi menjaga keselamatan satwa.

Selain diukur, ular tersebut juga ditimbang menggunakan timbangan karung setelah dimasukkan ke dalam kantong kanvas besar. Beratnya tercatat 96,5 kilogram, mendekati bobot panda dewasa. Pemeriksa menduga berat itu masih bisa bertambah bila ular baru saja memangsa dalam jumlah besar.

Diselamatkan dari Konflik Manusia dan Satwa

Ibu Baron kini berada dalam perawatan konservasionis lokal, Budi Purwanto, yang mengamankannya setelah kabar penemuan menyebar pada Desember 2025. Konflik antara manusia dan ular besar memang kerap terjadi di kawasan ini.

Sanca kembang (Malayopython reticulatus) tidak berbisa, tetapi memiliki lilitan otot sangat kuat yang mampu melumpuhkan mangsa hingga kehabisan napas. Berbeda dengan ular berbisa seperti Ophiophagus hannah atau king cobra yang dapat mencapai panjang sekitar empat meter, piton tetap tergolong predator berisiko, terutama bagi ternak, hewan peliharaan, bahkan manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan serangan piton terhadap warga maupun hewan domestik muncul di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi itu membuat ular besar yang mendekati permukiman kerap dibunuh atau diburu untuk konsumsi serta perdagangan ilegal satwa eksotis.

Ahli ular dan penyelamat satwa liar dari Kalimantan, Diaz Nugraha, menilai meningkatnya kemunculan ular raksasa berkaitan dengan penyusutan habitat dan berkurangnya mangsa alami akibat perburuan liar. Akibatnya, piton lebih sering bersinggungan dengan manusia dibanding sebelumnya.

1000849479

Rekor Baru dari Alam Liar

Secara umum, sanca kembang dikenal sebagai spesies ular terpanjang di dunia dengan ukuran rata-rata 3-6 meter, sementara individu betina cenderung lebih besar. Sebelum temuan ini, rekor ular liar terpanjang yang terukur ilmiah adalah piton betina sepanjang 6,95 meter di Kalimantan Timur pada 1999.

Sepanjang sejarah memang terdapat klaim keberadaan ular hingga 10 meter, termasuk laporan di Sulawesi pada 1912. Namun sebagian besar tidak didukung dokumentasi pengukuran yang dapat diverifikasi.

Sebagai pembanding, rekor ular terpanjang dalam penangkaran dipegang oleh Medusa-piton retikulata sepanjang 7,67 meter yang tercatat di Kansas, Amerika Serikat, pada 2011. Ular dalam penangkaran umumnya mendapat asupan makanan teratur dan perawatan medis, sehingga berpotensi tumbuh lebih besar dibandingkan individu liar.

Temuan Ibu Baron menandai pencapaian baru pencatatan satwa liar sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan habitat agar konflik manusia dan predator besar dapat diminimalkan.

Penulis: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id