BONDOWOSO (Surau.ID) – Expo Peternakan (Exponak) di Bondowoso kembali digelar pada Rabu, 24 Juni 2026, setelah vakum sejak 2020, sebagai ruang bagi peternak lokal mempromosikan kualitas ternak dan memperkuat ekonomi daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Pasar Hewan Terpadu Desa Locare ini menjadi simbol kebangkitan sektor peternakan di Bondowoso. Uniknya, seluruh rangkaian acara terlaksana melalui kolaborasi swasta tanpa menggunakan dana APBD sama sekali.
Inisiatif mandiri ini dipandang sebagai model baru penyelenggaraan event daerah yang lebih berkelanjutan. Kehadiran event ini diharapkan mampu membangun ekosistem peternakan yang lebih luas bagi pelaku usaha di Bondowoso.
Ruang Promosi Peternak Lokal
Kepala Disnakan Bondowoso, Hendri Widotono, menyebut ajang ini sebagai sarana vital untuk menunjukkan kualitas ternak dari 49 peserta yang membawa berbagai komoditas seperti sapi, kambing, domba, hingga unggas.
Selain memamerkan hasil ternak, sebanyak 59 pelaku UMKM juga dilibatkan secara aktif. Kolaborasi antara peternak dan pelaku usaha mikro ini menciptakan efek ekonomi langsung yang signifikan bagi masyarakat sekitar lokasi acara.
Langkah Mandiri dan Berkelanjutan
Ke depan, pemerintah daerah berharap Exponak dapat menjadi agenda tahunan yang ikonik, selaras dengan keberhasilan Festival Kopi Nusantara. Dengan identitas peternakan yang kuat, Bondowoso optimis mampu meningkatkan daya saing daerah di sektor agraris secara lebih mandiri.
“Kegiatan ini menjadi motivasi bagi peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujar Sunjoyo, anggota komunitas peternak domba Muda Milenial Wripa.
Kesuksesan penyelenggaraan yang mandiri ini membuktikan bahwa potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal meski dengan keterbatasan anggaran. Semangat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat peternak menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan roda ekonomi di Bondowoso.