CIREBON (Surau.ID) – Dosen Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aulia Sholichah Iman Nurchotimah, mengembangkan model pembelajaran inovatif bernama ‘GloReN’ untuk memperkuat karakter anak-anak diaspora Indonesia di luar negeri.
Model ini memadukan Global Citizenship, Moderasi Beragama, dan nasionalisme sebagai solusi atas kekhawatiran terkikisnya identitas kebangsaan serta nilai keagamaan bagi generasi muda Indonesia di lingkungan multikultural internasional.
Hasil riset yang didukung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh ini telah diimplementasikan di Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) untuk memastikan siswa tetap adaptif secara global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai keindonesiaan.
Penguatan Karakter di Lingkungan Internasional
GloReN mengintegrasikan empat indikator Moderasi Beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal dengan prinsip pendidikan kewargaan global.
Inovasi ini lahir dari riset internasional selama delapan bulan di Arab Saudi yang bertujuan membantu anak-anak diaspora menghadapi tekanan kultural sekaligus mencegah potensi radikalisme sejak dini.
Perangkat Pembelajaran dan Kontribusi Global
Implementasi model GloReN di Sekolah Indonesia Riyadh meliputi modul digital, bahan ajar kontekstual, instrumen asesmen modern, serta panduan praktis bagi tenaga pendidik.
“Pengalaman meneliti di Arab Saudi membuka mata bahwa Moderasi Beragama, nasionalisme, dan kewargaan global tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan,” ujar Dr. Aulia di Cirebon, Selasa (23/6/2026).
Uji coba di lapangan menunjukkan hasil signifikan, di mana model ini sukses meningkatkan kepekaan toleransi siswa dan kemampuan dialog lintas budaya tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Kini, formulasi GloReN tengah dipersiapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, sekaligus mempertegas kontribusi UIN Siber Cirebon dalam memberikan solusi konkret bagi tantangan pendidikan dunia yang berorientasi pada pembentukan manusia utuh.