Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
01 Juli 2026 | 20:35 WIB
Nasional

Wamenag Tekankan Kerukunan Beragama Sebagai Kekuatan Bangsa

IMG 211
Wamenag ajak generasi muda jaga persatuan Indonesia (Foto: Surau.ID/Ist).

 

Kota Batu (Surau.ID) – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menghadiri pembukaan Kebaktian Tahunan Nasional ke-63 YPPII di Kota Batu, Selasa (30/6/2026), untuk merayakan semangat toleransi antarumat beragama.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenag menyampaikan apresiasinya terhadap harmoni yang terjaga meski di tengah keberagaman keyakinan. Ia menegaskan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai dan rukun dalam bingkai negara Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema “God’s Arrow Generation” ini turut dihadiri oleh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, pengurus YPPII, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bukti nyata komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat silaturahmi antarumat beragama di daerah.

Menjaga Persatuan Lewat Moderasi

Wamenag mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi semangat toleransi dan moderasi beragama. Sikap ini diharapkan dapat menjadi perekat persatuan bangsa guna mewujudkan Indonesia yang lebih damai, rukun, dan sejahtera ke depannya.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama merupakan prasyarat mutlak bagi pembangunan nasional. Bangsa yang maju akan terbentuk apabila seluruh warganya mampu menghargai keberagaman dan menjadikan perbedaan sebagai modal sosial dalam mempercepat pertumbuhan negara yang lebih kokoh.

Keberagaman sebagai Anugerah Bangsa

Setiap warga negara memiliki kedudukan yang setara dan dijamin oleh UUD 1945 untuk memeluk serta menjalankan keyakinannya masing-masing. Indonesia, sebagai negara religius yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, menempatkan kemerdekaan beragama sebagai hak dasar yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara.

“Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan keyakinannya masing-masing. Dalam konteks sebagai bangsa yang religius, kita harus mampu hidup berdampingan,” ujar Romo Muhammad Syafi’i. Prinsip saling menerima dan menghormati ini harus terus dirawat sebagai anugerah untuk menjaga keutuhan serta kekuatan bangsa Indonesia selamanya.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id