KARO (Surau.ID) – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mendorong pemerintah memperkuat penanganan darurat setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung tersebut menjadi Level III atau Siaga. Sedikitnya 650 warga Desa Kuta Tengah mengungsi, sementara 1.279 personel gabungan disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Senin (31/8/2026). Bersamaan dengan peningkatan status tersebut, PVMBG menetapkan radius 3 kilometer dari puncak gunung sebagai zona berbahaya dan meminta masyarakat tidak memasuki kawasan tersebut.
Erupsi terjadi pada Senin pukul 10.17 WIB. Aktivitas tersebut menghasilkan kolom erupsi yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak Gunung Sinabung.
“Erupsi ini merupakan bagian dari erupsi awal, dan tidak menutup kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar,” tulis laporan resmi PVMBG pada Senin.
Kondisi tersebut membuat pemerintah memprioritaskan keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan. Pemerintah Kabupaten Karo kemudian mengevakuasi sedikitnya 650 warga Desa Kuta Tengah ke lokasi pengungsian di Sukatepu, Kecamatan Namanteran.
Para pengungsi tersebut terdiri atas 207 kepala keluarga (KK). Pemerintah menempatkan mereka di tenda-tenda darurat yang tersedia di lokasi pengungsian, termasuk di Losd Pulunipe, Sukatepu.
Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tuturnya di posko pengungsian di Sukatepu pada Selasa (1/9) lalu.
Pemerintah Benahi Fasilitas Pengungsian
Pemkab Karo juga menghadapi kebutuhan fasilitas dasar di lokasi pengungsian. Sejumlah sarana sempat belum mampu memenuhi kebutuhan ratusan warga yang datang, mulai dari fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tenda, makanan, selimut, hingga air bersih.
Satgas tanggap darurat kemudian bergerak memenuhi kebutuhan tersebut. Petugas memasok air bersih dan membenahi fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian. Pemerintah juga mengerahkan truk tangki untuk memperkuat pasokan air bagi para pengungsi.
Pemerintah Provinsi Sumatra Utara turut memastikan warga terdampak memperoleh kebutuhan dasar selama berada di pengungsian. Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyampaikan pemerintah tidak ingin warga kembali ke rumah hanya karena kondisi tempat pengungsian belum nyaman.
“Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah,” tuturnya, dikutip dari laman resmi Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumatra Utara.
Pemprov Sumatra Utara juga menyiapkan bus khusus untuk membantu anak-anak pengungsi tetap bersekolah selama mereka berada di lokasi evakuasi.
Warga Diminta Tidak Kembali ke Zona Merah
Pemerintah dan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung meminta warga yang sudah mengungsi tidak kembali ke kawasan yang masuk zona berbahaya.
Desa Kuta Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat prioritas evakuasi karena lokasinya relatif dekat dengan puncak Gunung Sinabung dan berada dalam zona merah erupsi.
Petugas mengingatkan warga untuk mematuhi batas aman yang telah ditetapkan PVMBG. Imbauan tersebut penting karena aktivitas erupsi masih berpotensi berkembang dan menghasilkan erupsi yang lebih besar.
Selain mengevakuasi warga dan memperkuat fasilitas pengungsian, pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan. Kodam I/Bukit Barisan menyiagakan 1.279 personel gabungan untuk menghadapi kemungkinan dampak lanjutan erupsi Gunung Sinabung.
Personel tersebut mulai dikerahkan pada Kamis (3/9). Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, Satpol PP, BPBD, serta unsur pendukung lainnya.
Pasukan gabungan akan menempati sejumlah titik strategis, termasuk posko pengungsian. Mereka bertugas membantu penanganan warga terdampak, memastikan keamanan pengungsi, serta mendukung proses evakuasi apabila aktivitas Gunung Sinabung meningkat.
Dengan status Gunung Sinabung yang kini berada pada Level III atau Siaga, pemerintah meminta masyarakat mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki radius 3 kilometer dari puncak gunung. Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi gunung sembari memastikan kebutuhan warga yang berada di pengungsian tetap terpenuhi.