MALANG (Surau.ID) – Aisyah Ar-Rumy, hafizah cilik asal Malang, berhasil meraih juara dua dalam ajang Dubai International Holy Qur’an Award 2026. Siswi kelas 4 SD Tahfidz Al-Qur’an Daarul Ukhuwwah, Desa Arikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ini mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Hal ini dikonfirmasi oleh ayahnya, Muhammad Qowiyul Huda, yang menyatakan rasa syukur atas prestasi Aisyah.
“Alhamdulillah semua karena karunia Allah Subhanahuwata’ala, Aisyah berhasil jadi juara dua dalam ajang Dubai International Holy Qur’an Award 2026,” ungkap Huda, Rabu (4/3/2026), dilansir JatimTimes.com.
Awalnya, Dubai International Holy Qur’an Award 2026 direncanakan menghadirkan ribuan peserta dan undangan dari berbagai negara. Namun, konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran membuat gelaran harus dilakukan secara tertutup di kediaman Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum.
“Acara kemarin berlangsung di kediaman Syekh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Karena dengan kondisi sekarang tidak memungkinkan membuat acara berskala besar yang harusnya dihadiri sekitar 5.000 undangan dari berbagai negara,” ujar Huda.
Huda juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung Aisyah melalui doa dan dukungan moral. “Terima kasih banyak atas doa dan supportnya untuk Aisyah, barokallahufik,” ucapnya.
Aisyah Tetap Aman Meski Belum Bisa Pulang
Saat ini, Aisyah bersama keluarga dan guru pembimbing berada di lokasi aman dari konflik. Mereka belum bisa kembali ke Indonesia karena kondisi keamanan dan bandara yang belum beroperasi normal.
“Ini masih menunggu kondisi benar-benar aman dan bandara juga belum beroperasi normal. Mohon doanya semoga bisa cepat kembali ke Indonesia,” kata Huda.
Di akun Instagram pribadinya @aisyah_hafizind, Aisyah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kompetisi internasional itu.
“Aku sangat bahagia, aku gembira telah meraih juara kedua di acara Dubai International Holy Qur’an Award,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri UEA, panitia pelaksana, orang tua, sekolah, dan seluruh rakyat Indonesia.
“Aku memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita semua di surga bersama para nabi dan Ahlul Qur’an,” tambah Aisyah, yang kini baru berusia 10 tahun.
Perjalanan Aisyah ke Dubai
Aisyah sudah memiliki hafalan 26 juz Al-Qur’an dan setiap hari murojaah 3-5 juz. Ia merupakan anak ketiga pasangan Muhammad Qowiyul Huda dan Maisyaroh Cholilah, lahir di Malang pada 19 November 2016, serta cucu pengusaha Malang H. Saguanto.
Keberangkatan Aisyah ke Dubai dilepas langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi pada 18 Februari 2026, lengkap dengan uang saku Rp 32 juta. Kompetisi ini melibatkan 5.618 pendaftar dari 105 negara. Setelah penyisihan, tersaring 525 peserta, kemudian enam finalis ditetapkan, tiga untuk kategori laki-laki dan tiga untuk kategori perempuan.
Untuk kategori perempuan, Aisyah Ar-Rumy berhasil menempati posisi kedua, bersaing dengan Jana Ehab Ramadan (Mesir) dan Sara Abdul Karim Alhalak (Suriah).
Prestasi ini menjadi bukti dedikasi Aisyah dalam menghafal Al-Qur’an dan mengangkat nama Indonesia di tingkat internasional.