Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Juli 2026 | 20:41 WIB
Nasional

Ilmuwan BRIN Identifikasi Ikan Gobi Udang di Banyuwangi, Analisis DNA Pastikan Spesies Berbeda

Gedung BRIN
Gedung BRIN Tangerang Selatan. {Foto: BRIN}

 

CIBINONG (Surau.ID) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia dengan menemukan spesies baru ikan gobi udang (shrimp goby) di perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens setelah melalui kajian taksonomi integratif yang memadukan analisis morfologi dan DNA.

Tim peneliti yang menemukan spesies baru ini terdiri atas Kunto Wibowo, Hilda M. Pratiwi, dan Anik B. Dharmayanthi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, bersama Agus Priyadi dan Ruby V. Kusumah dari Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN. Penelitian tersebut juga melibatkan Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.

Tim peneliti memulai kajian dengan menganalisis dua individu ikan gobi udang yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi. Mereka kemudian mengidentifikasi spesimen tersebut melalui pengamatan karakter morfologi dan analisis penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa penetapan spesies baru dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang menyeluruh.

“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” ujar Kunto.

Bukti ilmiah perkuat spesies baru

Hasil penelitian menunjukkan Tomiyamichthys oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang. Namun, tim peneliti menemukan sejumlah karakter pembeda, mulai dari jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga karakter molekuler yang memastikan keduanya merupakan spesies berbeda.

Analisis DNA mitokondria juga memperlihatkan adanya perbedaan genetik sebesar 3,1 persen dibandingkan dengan T. hyacinthinus. Selain itu, spesies baru ini memiliki lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil pada bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan. Kombinasi karakter tersebut membedakannya dari spesies lain dalam genus Tomiyamichthys.

Terinspirasi pesona Banyuwangi

Kunto mengatakan, tim peneliti mengambil nama Oriens dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Nama tersebut terinspirasi oleh warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus merujuk pada Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.

“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” tambahnya.

Sejauh ini, BRIN hanya menemukan Tomiyamichthys oriens di perairan pesisir Banyuwangi yang memiliki habitat dasar berpasir. Berdasarkan informasi nelayan setempat, ikan tersebut hidup di perairan dangkal. Meski demikian, hubungan ekologisnya dengan udang—yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok ikan gobi—masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penemuan Tomiyamichthys oriens menambah daftar spesies ikan yang telah dideskripsikan dari perairan Indonesia. Temuan ini juga memperkuat bukti bahwa kawasan pesisir Nusantara masih menyimpan banyak kekayaan hayati yang belum terdokumentasi. Melalui riset biosistematika, BRIN terus membangun dasar ilmiah untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id