Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
27 Juli 2026 | 18:45 WIB
Nasional

BRIN Temukan Spesies Baru Begonia di Sumatra Barat, Habitatnya Terancam Aktivitas Tambang

Gedung BRIN
Gedung BRIN, Jakarta Pusat. {Foto: BRIN}

 

Cibinong (Surau.ID) – Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mendeskripsikan satu spesies baru Begonia dari Sumatra Barat yang diberi nama Begonia hattae. Penelitian tersebut tidak hanya menambah daftar flora Indonesia, tetapi juga menemukan kembali tiga spesies Begonia yang lama tidak tercatat di habitat alaminya serta memperluas catatan persebaran satu spesies lainnya.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal internasional Taprobanica Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026 melalui artikel berjudul A New Begonia Species (Begoniaceae) and Three Rediscoveries from West Sumatra. Hasil riset tersebut semakin memperkuat posisi Sumatra Barat sebagai salah satu pusat keanekaragaman Begonia di Indonesia.

Kajian ini melibatkan Muhammad Efendi dan Intani Quarta Lailaty dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Wisnu Handoyo Ardi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Yudi Suhendri dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Tim melakukan eksplorasi lapangan sepanjang 2022–2023 di sejumlah wilayah di Sumatra Barat, meliputi Padang, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Pasaman Barat.

Selama penelitian, tim mengumpulkan biji, spesimen herbarium, dan koleksi hidup yang kemudian dibudidayakan di Kebun Raya Cibodas. Para peneliti selanjutnya mengamati koleksi tersebut secara intensif untuk mengkaji karakter morfologi, termasuk bunga dan buah, guna memastikan identitas serta status taksonomi setiap spesies.

Dari eksplorasi itu, tim berhasil mengidentifikasi Begonia hattae sebagai spesies baru yang berasal dari kawasan Perbukitan Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini juga mengonfirmasi keberadaan kembali Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata di habitat alaminya.

Selain itu, peneliti mencatat keberadaan Begonia lilliputana di Sumatra Barat. Temuan tersebut memperluas wilayah persebaran spesies yang sebelumnya hanya diketahui berasal dari Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Muhammad Efendi, menilai bahwa hasil riset ini menunjukkan bahwa kawasan Sumatra masih menyimpan potensi besar untuk menemukan spesies tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan.

“Eksplorasi botani yang dilakukan secara intensif masih membuka peluang ditemukannya jenis-jenis tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan. Penemuan Begonia hattae menunjukkan kawasan Sumatra Barat masih menyimpan kekayaan flora yang sangat penting untuk didokumentasikan dan dilestarikan,” jelas Efendi.

Mengabadikan Nama Mohammad Hatta

Tim peneliti memberi nama Begonia hattae sebagai bentuk penghormatan kepada Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat.

Secara morfologi, spesies baru ini memiliki kemiripan dengan Begonia raoensis. Namun, peneliti menemukan sejumlah karakter pembeda, antara lain jumlah tepal pada bunga jantan dan betina, bentuk daun, tidak adanya rambut yang membentuk cincin pada ujung tangkai daun, serta jumlah benang sari yang lebih sedikit. Perbedaan karakter tersebut menjadi dasar penetapan Begonia hattae sebagai spesies baru.

Penamaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap jasa Mohammad Hatta dan mengangkat identitas daerah asal ditemukannya spesies tersebut.

Habitat Endemik Perlu Perlindungan

Efendi mengungkapkan bahwa lokasi ditemukannya Begonia hattae juga menjadi habitat bagi sejumlah Begonia endemik lain. Kawasan hutan batu kapur di Halaban itu kini menghadapi tekanan akibat aktivitas pertambangan sehingga membutuhkan perhatian serius.

“Temuan ini tidak hanya menambah daftar spesies flora Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa habitat alami tumbuhan endemik memerlukan perhatian serius. Informasi ilmiah mengenai persebaran spesies sangat penting sebagai dasar penyusunan strategi konservasi,” ujarnya.

Melalui penelitian ini, BRIN menegaskan bahwa Sumatra Barat masih memiliki potensi besar sebagai kawasan penting bagi penelitian biodiversitas tumbuhan. Karena itu, BRIN terus mendorong eksplorasi, inventarisasi, dan penelitian biosistematika untuk memperkuat upaya konservasi sekaligus mendukung pemanfaatan berkelanjutan kekayaan hayati Indonesia.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id