PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pondok Pesantren Nurul Jadid resmi membuka rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Aula II pada Kamis (22/10/2026) dengan seremoni multibahasa serta menyanyikan lima lagu kebangsaan.
Kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” ini bertujuan meneguhkan pengabdian para santri terhadap agama, bangsa, dan negara di era modern.
Acara diawali praacara penampilan selawat pukul 07.30 WIB oleh pemenang lomba IPPNU, sebelum seremoni utama dipandu oleh empat pembawa acara dalam bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan Mandarin.
Penguasaan Bahasa dan Kebangsaan Santri
Penggunaan empat bahasa asing dan nasional tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa internasional bagi para santri dalam menghadapi perkembangan era global.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta penyeruan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Nurul Jadid, Ya Lal Wathon, Selawat Nahdliyah, dan Mars Hari Santri Nasional.
Perpaduan lagu kebangsaan dan nilai keislaman ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat nilai-nilai cinta tanah air, pengabdian pesantren, serta memadukan semangat nasionalisme generasi muda.
Mengukuhkan Peran Menuju Indonesia Emas
Acara pembukaan ini sekaligus menjadi pengantar bagi rangkaian munajat santri yang meliputi tawassul, pembacaan Surah Yasin, tahlil, serta doa bersama.
“Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pesantren Nurul Jadid ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan, meneguhkan kebangsaan, serta menyiapkan santri berkontribusi aktif mewujudkan masa depan Indonesia Emas,” ujar Humas Infokom Pesantren.
Melalui peringatan ini, santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga siap menjadi garda terdepan pembangunan bangsa.