PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengurus baru Wilayah Zaid bin Tsabit Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid diimbau menjalankan amanah khidmah dengan keikhlasan, ketulusan, serta menjauhi penyakit organisasi.
Pesan penguatan tersebut disampaikan K.H. Prof. Dr. Hasan Baharun, M.Pd. dalam Tausiyah Pengukuhan Wali Kelas, Pelantikan Struktur Kelas, dan Kamar pada Selasa malam (08/09/2026).
Kegiatan pelantikan pengurus masa khidmah 2026/2027 ini mengusung tema “Dengan niat kita berkhidmah, dengan semangat kita berjihad” sebagai landasan pengabdian santriwati.
Nilai Kebersamaan Dalam Khidmah
Kyai Hasan mengingatkan para santriwati agar senantiasa menjaga keharmonisan organisasi dengan menghindari tiga penyakit utama, yaitu star syndrome, ghibah, dan NATO (No Action, Talk Only).
Pengurus diajak meneladani dhawuh Pengasuh PPNJ, K.H. Muhammad Zuhri Zaini, B.A., lakonnah lakonih, kenengngah kenengngih, yang bermakna fokus menjalankan tugas sesuai posisi masing-masing secara sungguh-sungguh.
Selain itu, para santriwati diminta memanfaatkan masa tinggal di pesantren untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya serta mencari keberkahan dalam setiap bentuk pengabdian harian.
Strategi Menghadapi Tantangan Organisasi
Dalam mengarungi dinamika kepengurusan, santriwati dibekali kemampuan menyelesaikan konflik secara tenang, terbuka terhadap kritik, serta aktif memohon bimbingan dan doa para masyayikh.
“Kalau berkhidmah, sering-seringlah meminta kepada Allah agar ditempatkan di tempat yang mapan,” ujar K.H. Prof. Dr. Hasan Baharun, M.Pd.
Melalui pengukuhan ini, para pengurus diharapkan dapat menjadi teladan bagi santri lainnya serta membawa keberkahan yang berdampak luas bagi kemajuan pesantren.