Surabaya, Surau.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan menyambut rencana pemerintah pusat dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur yang akan mulai dijalankan pada Januari 2026.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa komunikasi intensif antara Pemprov Jatim dan Danantara terus dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung suplai pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Waktu itu Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa langsung ketemu Pak Menteri Pertanian supaya yang rencana membangun peternakan ini bisa langsung klop dengan Danantara, karena Pak Rosan dan Pak Menteri Pertanian sudah diskusi. Jawa Timur jemput bola, Bu Gubernur datanglah ke Menteri Pertanian,” ujar Emil di Surabaya, Selasa (2/12/2025).
Emil menegaskan bahwa rencana pembangunan peternakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat suplai protein hewani MBG, seperti susu, telur, daging ayam, dan daging sapi. Menurutnya, langkah ini sekaligus menunjukkan perubahan paradigma dalam manajemen superholding BUMN.
“Danantara itu tidak seperti investor swasta yang uangnya bisa lari ke mana saja. Suka tidak suka mereka harus berinvestasi di Indonesia, di tempat yang diperintahkan, mau tidak mau untuk mendukung kedaulatan pangan dan pengolahan limbah, misalnya,” tegas Emil.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur akan diprioritaskan di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan pasokan.
“Pendanaan dari Danantara, akan dibangun di seluruh Indonesia yang kekurangan—shortage—untuk daging ayam dan telur,” kata Amran setelah Rapat Finalisasi Program Hilirisasi Perkebunan dan Industri bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di kantor pusat Kementan, Jumat (7/11/2025).
Rencana pembangunan peternakan tersebut merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan pangan serta memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku untuk Program MBG, yang membutuhkan suplai protein hewani dalam jumlah besar dan stabil. (*)