JAKARTA (Surau.ID) – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, tercatat menerima 19 tanda kehormatan sepanjang hidupnya. Penghargaan tersebut diberikan negara sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam bidang militer maupun kenegaraan.
Dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin, almarhum digambarkan sebagai prajurit sekaligus negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Sosoknya dikenal memegang teguh disiplin, kesederhanaan, serta loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karier militernya terbentuk melalui beragam penugasan strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu fase penting dalam perjalanan tersebut adalah ketika ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) pada 1977, yang memperkuat kapasitasnya sebagai perwira dalam menjaga stabilitas nasional pada masa pembangunan.
Kepercayaan negara terhadap profesionalismenya mengantarkan Try Sutrisno menduduki posisi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada periode 1988 hingga 1993. Jabatan tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejak panjang pengabdiannya sebelum kemudian dipercaya sebagai Wakil Presiden RI.
Atas jasa dan kontribusinya, negara menganugerahkan sejumlah tanda kehormatan, baik dari dalam maupun luar negeri. Penghargaan tersebut meliputi:
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi penanda perjalanan panjang seorang prajurit yang kemudian menapaki panggung kepemimpinan nasional. Rekam jejak pengabdian Try Sutrisno dinilai sebagai bagian dari mozaik sejarah Indonesia, sekaligus warisan keteladanan bagi generasi penerus dalam menjaga persatuan dan membangun negeri.