Sumatera (Surau.ID) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus bertambah. Hingga Selasa (23/12) sore, total korban jiwa mencapai 1.112 orang.
“Hari ini menjadi 1.112 jiwa meninggal dunia dari tiga provinsi yang artinya bertambah enam jiwa dari jumlah kemarin,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan laporan sebelumnya pada Senin (8/12), yang mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 1.106 jiwa. Berdasarkan data terbaru, kenaikan korban jiwa terjadi di Provinsi Aceh, yang kini mencapai 483 orang.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia di Sumatera Utara dan Sumatera Barat tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap tercatat 369 jiwa dan 260 jiwa.
Selain korban meninggal, BNPB juga melaporkan adanya penambahan korban hilang. Total korban yang masih dalam pencarian kini mencapai 176 orang, atau bertambah satu orang dibandingkan data sebelumnya.
“Untuk korban hilang, kita mendapatkan tambahan satu nama sehingga hari ini terdapat 176 jiwa yang masih terus dilakukan pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan di tiga provinsi,” kata Muhari.
Rincian korban hilang tersebut meliputi 32 orang di Aceh, serta 72 orang di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Adapun jumlah pengungsi akibat banjir di wilayah Sumatra tercatat sebanyak 498.447 jiwa. Angka ini menurun dibandingkan sehari sebelumnya, Senin (22/12), yang mencapai 502.570 jiwa.
Muhari menegaskan BNPB bersama pihak terkait terus menyalurkan bantuan bagi para pengungsi, baik kebutuhan pangan maupun nonpangan.
“Berikutnya ada 498.447 jiwa yang masih mengungsi ini terus kita dukung kebutuhan makanan dan nonpermakanannya,” ujarnya.