JAKARTA (Surau.ID) – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Misbahul Arifin, meraih predikat penulis karya ilmiah terbaik dan terbanyak dalam ajang Kaderisasi Nasional PB PMII 2024–2027 yang dirangkai dalam Kaderisasi Fest 2026, Jumat (22/05/2026).
Kompetisi karya tulis ilmiah berskala nasional itu digelar secara daring, mempertemukan kader dari berbagai daerah, termasuk PC PMII Probolinggo, Kota Malang, dan Tulungagung.
Keistimewaan ajang ini terletak pada sistem penilaiannya yang komprehensif. Panitia tidak hanya menilai naskah yang dikirimkan, tetapi juga mengkurasi rekam jejak literasi peserta melalui portofolio digital berupa tautan Google Scholar maupun Google Drive.
Misbahul menyebut sistem penilaian berbasis portofolio digital itu sebagai langkah progresif bagi organisasi.
“Panitia melakukan penilaian dengan meninjau portofolio digital yang kami lampirkan melalui tautan Google Scholar maupun Google Drive. Hal ini menuntut kader untuk memiliki rekam jejak yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujar Misbahul melalui sambungan virtual, Jumat (22/05/2026).
Ia menambahkan bahwa sistem ini sekaligus menjadi peluang bagi kader untuk merapikan dokumentasi tulisan sebagai jejak intelektual yang dapat diakses oleh kader lainnya.
Dorongan Organisasi di Balik Prestasi
Sekretaris Umum PC PMII Probolinggo, Ahmad Rifa’i, mengungkapkan bahwa keikutsertaan kader dalam ajang ini bukan kebetulan, melainkan buah dari dorongan sistematis pengurus cabang.
“Rekomendasi yang kami berikan kepada kader untuk mengikuti Kaderisasi Fest 2026 adalah bentuk ikhtiar organisasi dalam melahirkan generasi yang memiliki daya tulis yang tajam. Hasil yang diraih kader kami adalah bukti bahwa jika kader diberi ruang dan dorongan, mereka mampu menembus batas kompetisi tingkat nasional,” ujar Rifa’i.
Capaian Misbahul diharapkan memicu efek domino di tingkat komisariat dan rayon agar lebih giat menggelar diskusi intelektual serta pelatihan menulis secara rutin. Kaderisasi Fest 2026 sekaligus membuktikan bahwa tradisi keilmuan PMII kini mampu tumbuh subur di ruang-ruang virtual.