Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
01 Mei 2026 | 17:30 WIB
Nasional

KASBI: May Day Momentum Perlawanan, Bukan Cuma Serimonial

IMG 20260501 WA0009
Konfederasi KASBI menolak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat (1/5/2026). Foto: Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), dalam peringatan May Day 2026 di Jakarta, tergabung dalam aliansi bernama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). Mereka bakal melakukan aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada Jumat siang, 1 Mei 2026.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno mengatakan menolak bergabung dalam peringatan Hari Buruh Internasional di area Monumen Nasional, Jakarta yang bersifat perayaan semata.

“Kondisi perburuhan secara riil masih sangat memprihatikan,” kata dia saat dihubungi Tempo.

Ia menilai, seharusnya para serikat pekerja tetap menjadi independensinya di tengah upaya kooptasi dari kekuasaan dalam peringatan May Day tahun ini. Sebab, lanjutnya, gerakan buruh yang tidak mandiri dan tunduk pada kepentingan kekuasaan politik justru akan merugikan buruh itu sendiri.

“May Day menjadi momentum perlawanan terhadap ketidakadilan, bukan hanya sekadar parade seremonial yang jauh dari kondisi obyektif kehidupan kaum buruh Indonesia saat ini,” tegas Sunarno.

Ia menuturkan pada May Day 2026 setidaknya ada 18 daerah yang menjadi titik aksi. Daerah tersebut di antaranya Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Semarang, Surabaya, Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir.

Konfederasi KASBI juga melakukan aksi peringatan Hari Buruh Internasional di wilayah timur Indonesia, seperti di Sambas, Kutai Timur, Berau, Bulungan, Makassar, Morowali, Gorontalo, dan Halmahera Tengah.

Dalam aksi May Day 2026, Konfederasi KASBI bersama Aliansi Gebrak bakal menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak negara agar segera mewujudkan Undang-undang Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh.

Tuntutan kedua, mereformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah. Aliansi meminta agar para pekerja buruh mendapat upah layak secara nasional yang adil dan bermartabat.

Kemudian poin tuntutan lainnya seperti terjaminnya kepastian kerja, penghapusan sistem outsourcing serta kerja kontrak, meratifikasi Konvensi ILO 188 dan Konvensi ILO 190, menuntut negara untuk memberi kesejahteraan kepada tenaga pendidik hingga pekerja kesehatan, menghentikan pemutusan hubungan kerja massal, mewujudkan pendidikan serta kesehatan gratis, serta menegakkan supremasi sipil.

Aliansi Gebrak juga menuntut pemerintah menjalankan reforma agraria sejati dengan menghentikan penggusuran tanah rakyat, dan terlibat aktif di kancah global untuk perdamaian dunia.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id