KAIRO (Surau.ID) — Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir. Pertemuan strategis ini digelar untuk mempererat diplomasi pendidikan Islam sekaligus menitipkan puluhan kader ulama yang sedang menempuh studi.
Dalam lawatannya, Ahmad Thib Raya didampingi oleh Dr. Muhammad Aras Prabowo selaku Koordinator Divisi Keuangan PKUMI. Rombongan diterima langsung oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abdul Muta’ali dan Koordinator Fungsi Penerangan dan Kebudayaan Muhammad Nursalim.
Kunjungan tersebut berfokus pada pendampingan terhadap 54 peserta program short course PKUMI di Universitas Al-Azhar. Rinciannya meliputi 30 peserta magister PKU, enam peserta magister PKUP, serta 18 mahasiswa tingkat doktoral PKU.
Menurut Ahmad Thib Raya, pengiriman kader ini bukan sekadar mengejar aspek akademik, melainkan sebuah ikhtiar jangka panjang membangun peradaban dan kepemimpinan keagamaan di Tanah Air.
“Kami datang ke Mesir membawa 54 calon ulama untuk menimba ilmu di bumi Al-Azhar,” ujarnya di Kairo, Selasa (27/10/2026).
Pihaknya berharap Dubes RI beserta jajaran KBRI Kairo dapat memberikan perlindungan, pengayoman, serta kemudahan akses layanan bagi para mahasiswa selama menimba ilmu.
Ia menekankan agar kantor perwakilan diplomatik tersebut dapat berfungsi layaknya hunian sendiri bagi para diaspora pelajar.
“Kami memandang bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo bukan hanya kantor perwakilan diplomatik negara, melainkan juga rumah besar bagi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Mesir,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Kuncoro Giri Waseso menyambut baik amanah tersebut.
Ia berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik bangsa serta menunjukkan kualitas intelektual yang berlandaskan semangat nasionalisme.
“Mahasiswa harus menjadi representasi terbaik Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan di tanah air memiliki kedalaman, keluasan, dan semangat kebangsaan yang kuat,” pesannya.
Sinergi antara PKUMI, KBRI Kairo, dan institusi Al-Azhar ini diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang moderat. Para calon ulama kelak diproyeksikan tidak hanya menguasai khazanah klasik, tetapi juga cakap merespons dinamika global serta menjadi duta perdamaian bangsa di kancah internasional.