Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
05 Januari 2026 | 00:39 WIB
Daerah, Nasional

Kebut Pembersihan Pascabanjir, 516 Sekolah di Aceh Utara Mulai Belajar 5 Januari

Bersih bersih banjir
Sinergi Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Utara Gotong Royong Pulihkan 211 Dayah Pasca Banjir /Dok/Dinas Dayah. {Sumber: Layarberita.com}

 

Aceh Utara (Surau.ID) – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa mempercepat pembersihan lumpur di sekolah-sekolah dan fasilitas umum menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (5/1/2026). Langkah ini bertujuan memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan meski sejumlah wilayah terdampak banjir.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengerahkan masyarakat, relawan, TNI/Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membersihkan lumpur di berbagai lokasi terdampak. Ayahwa menegaskan seluruh sekolah yang terdampak banjir sudah bersiap memulai kegiatan belajar sesuai kebijakan pemerintah pusat.

“Saya pastikan 516 sekolah berbagai jenjang pendidikan terdampak banjir sudah mulai belajar. Ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI,” terang Ayahwa, dilansir Kompas.com.

Ayahwa merinci dari total sekolah tersebut, sebanyak 345 sekolah sudah melaksanakan pembelajaran secara normal. Selain itu, 242 sekolah menjalankan pembelajaran secara lesehan, tiga sekolah menggunakan tenda darurat, 20 sekolah menerapkan sistem belajar bergantian, dan lima sekolah melakukan kunjungan belajar ke lokasi pengungsian.

Untuk mendukung proses belajar, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait kebutuhan perlengkapan siswa. “Untuk perlengkapan sekolah terus dikomunikasikan dengan Kemendikdasmen oleh Dinas Pendidikan Aceh Utara. Kita butuh 73 ribu perlegkapan sekolah (seragam, sepatu, tas, buku),” sebutnya.

Ia juga menjelaskan penerapan kurikulum menyesuaikan kondisi pascabanjir. Sebanyak 345 sekolah menggunakan kurikulum reguler, sementara sekolah lainnya menerapkan kurikulum darurat. “Kurikulum darurat artinya, guru dan peserta didik boleh datang ke sekolah tanpa seragam, gunakan pakaian sehari-hari dan boleh juga pakai sandal,” terangnya.

Di akhir pernyataannya, Ayahwa mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara. “Terima kasih pada semua pihak atas dukungan selama banjir di Kabupaten Aceh Utara. Semua kerja keras itu tentu sangat membantu meringankan beban rakyat Aceh Utara,” pungkasnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id