Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
19 Juli 2026 | 21:18 WIB
Nasional

Kemenag Gagas Kurikulum Berbasis Cinta Wujudkan Sekolah Ramah Anak

IMG 340
Gerak bersama membangun pendidikan penuh cinta (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Agama menginisiasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk menjamin lingkungan pendidikan Islam yang aman, humanis, dan bebas kekerasan bagi seluruh peserta didik, resmi ditegaskan pada Minggu (19/7/2026).

Langkah strategis ini merupakan upaya serius dalam memprioritaskan hak anak melalui pendekatan kasih sayang. KBC dirancang untuk menyemai nilai empati dan penghormatan terhadap hak anak sejak jenjang pendidikan dini hingga perguruan tinggi.

Implementasi kurikulum ini tidak hanya terbatas pada teori, namun menyasar internalisasi nilai kasih sayang sebagai budaya hidup. Lingkungan madrasah dan pesantren didorong menjadi ekosistem yang inklusif, sehat, serta suportif bagi tumbuh kembang anak.

Membangun Budaya Pendidikan yang Aman

Pendidikan karakter menjadi instrumen utama dalam membentuk pertahanan diri peserta didik terhadap ancaman kekerasan. Melalui penguatan kurikulum serta Gerakan Nasional Madrasah dan Pesantren Ramah Anak, seluruh satuan pendidikan diwajibkan menjamin ruang belajar yang inklusif.

Upaya ini mencakup penyelarasan peran pendidik dan pengasuh asrama untuk menciptakan interaksi positif yang sehat. Setiap elemen di lingkungan pendidikan kini memikul tanggung jawab kolektif dalam memastikan anak terlindungi dari diskriminasi dan segala bentuk perundungan.

Sinergi Menuju Masa Depan Anak

Dampak positif diharapkan muncul melalui kolaborasi lintas sektor untuk memastikan ruang hidup anak, baik fisik maupun digital, tetap aman. Penguatan kapasitas pengasuh dan pendidik menjadi kunci utama keberlanjutan program pelindungan anak di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami ingin memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman, menghadirkan kasih sayang, dan mendukung mereka berkembang secara optimal sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno.

Kehadiran inisiatif ini mencerminkan komitmen mendalam untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan empati sosial tinggi. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya memanusiakan manusia dalam bingkai kasih sayang yang universal.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id