Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
28 Juli 2026 | 17:25 WIB
Nasional

Kemenkop Minta Manajer Koperasi Merah Putih Kuasai Jejaring dan Potensi Desa

Destry Anna Sari.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari. {Foto: Kemenkop}

 

Makassar (Surau.ID) – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya bergantung pada besarnya modal, tetapi juga pada kualitas manajer dalam membaca potensi desa, membangun jejaring, dan mengambil keputusan strategis.

Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, saat membuka pelatihan manajer KDKMP di Satdik 2 Kodiklatal Makassar, Jumat (24/7). Pelatihan itu diikuti oleh 189 manajer dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang digelar serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.

Destry menilai peran manajer menjadi faktor penentu agar koperasi mampu berkembang sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Destry meminta setiap manajer menguasai kemampuan membaca potensi daerah, menyusun strategi bisnis, serta mengambil keputusan berdasarkan analisis kondisi lapangan. Menurutnya, kemampuan tersebut harus diperkuat dengan jejaring yang luas karena setiap manajer akan menghadapi tantangan berbeda di wilayah tugasnya.

“Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP di mana Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa,” kata Destry.

Ia juga mengingatkan para manajer agar memahami kebutuhan masyarakat sebagai dasar dalam menyusun program kerja. Untuk itu, mereka harus aktif berkomunikasi dengan kepala desa maupun warga agar mampu memetakan potensi dan persoalan yang ada secara langsung.

Destry menjelaskan bahwa koperasi pada hakikatnya merupakan perusahaan berbasis komunitas (community-based). Menurutnya, ketika banyak perusahaan besar mulai menerapkan pendekatan berbasis komunitas, koperasi justru telah lebih dahulu menerapkannya. Karena itu, manajer tidak cukup hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga harus memastikan model bisnis koperasi berjalan secara efektif di lapangan.

Kepemimpinan Bangun Ekosistem Koperasi

Pendiri The Local Enablers, Dwi Purnomo, yang menjadi fasilitator pelatihan, mengatakan materi yang diberikan disusun secara kontekstual agar para manajer mampu membangun model bisnis KDKMP yang sesuai dengan karakteristik desa masing-masing.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan (leadership) dalam mengembangkan ekosistem koperasi. Menurutnya, manajer harus berinisiatif membangun kolaborasi dengan sesama pengelola koperasi, pemerintah desa, masyarakat, hingga berbagai mitra di luar desa.

Selain itu, Dwi mengingatkan agar koperasi menghadirkan produk yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga mampu menjaga keberlanjutan usaha.

“Manajer harus berpikir untuk memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir untuk menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value,” kata Dwi.

Menutup arahannya, Destry menyebut para peserta pelatihan sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan KDKMP. Ia mengingatkan setiap manajer untuk menjalankan perannya secara optimal agar koperasi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Menurutnya, kegagalan manajer menjalankan fungsi kepemimpinan akan membuat keberadaan koperasi kehilangan dampaknya bagi warga.

Senada dengan itu, Dwi menilai kehadiran KDKMP di berbagai daerah membawa harapan baru bagi masyarakat. Karena itu, seluruh pengelola koperasi harus memastikan KDKMP berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa secara berkelanjutan.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id