Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
30 Juli 2026 | 20:22 WIB
Nasional

Kemensos Gandeng BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dengan Riset dan Teknologi

Kemensos dan BRIN
Pertemuan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono beserta jajaran di Ruang Rapat Utama Kementerian Sosial. {Foto: Kemensos}

 

JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat serta berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kedua lembaga sepakat membangun kolaborasi melalui riset, inovasi teknologi, dan penyusunan kebijakan berbasis bukti guna mempercepat pengentasan kemiskinan.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono beserta jajaran di Ruang Rapat Utama Kementerian Sosial, Rabu (29/7/2026).

BRIN menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai kebutuhan kajian dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan Kemensos. Dukungan itu mencakup penyusunan kajian kebijakan, pengembangan inovasi, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

“BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindaklanjuti bersama,” ujar Prof. Nunung Nuryartono.

Salah satu fokus kerja sama tersebut ialah penguatan Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. BRIN menawarkan pendekatan evidence-based policy untuk mengukur dampak penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus menyusun rekomendasi penyempurnaan kebijakan.

Kajian itu tidak hanya mengukur perkembangan peserta didik, tetapi juga menelaah seluruh ekosistem Sekolah Rakyat, mulai dari kesiapan infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga aspek pendukung lainnya agar program berjalan lebih efektif.

Selain riset, BRIN juga menawarkan sejumlah inovasi teknologi yang dapat diterapkan di lingkungan Sekolah Rakyat. Teknologi tersebut meliputi pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi air, daur ulang air, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Salah satu inovasi yang disiapkan ialah teknologi LASAMOR, yakni sistem pengolahan sampah skala rumah tangga yang dapat dimanfaatkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pengolahan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Teknologinya sudah tersedia dan siap disinergikan bersama Kementerian Sosial,” kata Prof. Nunung.

Menanggapi tawaran tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai inovasi BRIN sejalan dengan arah kebijakan Kemensos yang saat ini mengembangkan program pemberdayaan berbasis masyarakat melalui Kampung Berdaya Kemensos. Program tersebut mencakup Kampung Bersih dan Berdaya yang telah dipilotkan di Serang, Bogor, dan Bali.

Menurut Agus Jabo, teknologi pengolahan sampah yang dimiliki BRIN dapat memperkuat program pemberdayaan tersebut karena tidak hanya mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Agus Jabo menjelaskan, transformasi Kemensos kini tidak lagi hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendorong Keluarga Penerima Manfaat agar mampu mandiri dan keluar dari jerat kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan.

Ia menambahkan, Kemensos saat ini mengemban tiga mandat utama Presiden, yakni memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta menyukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai instrumen memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kemensos dan BRIN juga membahas peluang kolaborasi lain, seperti pengembangan teknologi tepat guna bagi kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan hasil riset untuk mendukung kebijakan pengentasan kemiskinan. Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga akan menyusun mekanisme kerja sama melalui koordinasi teknis antarsatuan kerja agar seluruh program prioritas dapat segera diimplementasikan.

Menutup pertemuan tersebut, Agus Jabo menegaskan bahwa keterlibatan BRIN sejak tahap awal akan memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus menjadi dasar penyempurnaan kebijakan di masa mendatang.

“Kalau sejak awal BRIN terlibat melalui riset dan kajian, tentu akan memperkuat Sekolah Rakyat. Hasil riset itu nantinya juga bisa menjelaskan kepada publik bagaimana perubahan yang terjadi pada para siswa serta penyempurnaan kebijakan yang perlu dilakukan ke depan,” katanya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id