Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
31 Januari 2026 | 17:55 WIB
Pesantren

KH. Moh. Zuhri Zaini: Ukhuwah adalah Bekal Utama Menjaga Stabilitas Sosial di Era Digital

Kiai zuhri zaini BA
KH Moh Zuhri Zaini.

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya merawat persaudaraan (ukhuwah) sebagai fondasi utama dalam menjaga keharmonisan bangsa. Hal tersebut disampaikan beliau saat memberikan tausyiah dalam acara Upgrading Kaderisasi Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) GP Ansor Jawa Timur yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu (31/01/2026).

​Dalam penyampaiannya, Kiai Zuhri menggarisbawahi tiga pilar ukhuwah yang menjadi konsep sentral dalam Islam: ukhuwah sesama warga nahdliyin/muslimin, ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah (kemanusiaan). Menurut beliau, perbedaan latar belakang individu maupun kelompok tidak boleh menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan.

​”Islam tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang. Semua adalah saudara kita. Kita berharap persaudaraan ini tidak hanya di dunia, tetapi berlanjut hingga ke hadirat Allah bersama para nabi dan para masyayikh,” ujar Kiai Zuhri di hadapan para kader Ansor.

​Lebih lanjut, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa menjaga hubungan antarmanusia (hablum minan nas) adalah modal krusial untuk mencegah konflik. Beliau menyoroti fenomena “musibah sosial” yang marak terjadi di media sosial, di mana empati seringkali terkikis oleh sikap menghakimi.

Beliau mencontohkan peristiwa robohnya Pondok Pesantren Al-Khoziny sebagai refleksi. Di saat banyak pihak berduka, masih ada sebagian masyarakat yang justru melontarkan kritik dan menyalahkan tanpa memahami duduk perkara yang sebenarnya. Beliau menegaskan bahwa hanya dengan ukhuwah dan kebersamaan, cita-cita besar organisasi dan bangsa dapat terwujud.

Menutup tausyiahnya, Kiai Zuhri memberikan pesan mengenai cara menyelesaikan masalah. Beliau mengimbau agar setiap persoalan diselesaikan dengan cara yang bijak tanpa menimbulkan masalah baru yang lebih besar.

​Beliau mengutip kisah Rasulullah SAW saat menghadapi seorang badui (A’raby) yang kencing di dalam masjid. Alih-alih membentak, Nabi melarang sahabat untuk bertindak keras dan justru memberikan edukasi dengan santun.

​”Mari menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak. Merawat ukhuwah itu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, istri, dan anak-anak,” pungkas beliau.

​Acara upgrading ini pun menjadi momentum syukur bagi keluarga besar GP Ansor Jawa Timur atas kesempatan menimba ilmu di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid guna memperkuat kualitas kaderisasi di masa depan.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id