SURABAYA (Surau.ID) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030, KH Moh Hasan Mutawakkil ‘Alallah, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan langsung dalam agenda konsolidasi organisasi dan buka puasa bersama MUI se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya.
Dalam sambutannya, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut didasari alasan kesehatan. Kondisi itu membuatnya tidak dapat melanjutkan amanah sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur.
“Saya mohon maaf tidak dapat melanjutkan amanah sebagai ketua umum karena faktor kesehatan,” tuturnya di hadapan para kiai dan pengurus MUI dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kiai Mutawakkil menjelaskan, sebelum acara berlangsung ia telah menggelar rapat bersama Dewan Pimpinan MUI. Dalam pertemuan tersebut, jajaran pimpinan organisasi menyepakati untuk menerima pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Umum MUI Jawa Timur.
Setelah pengunduran diri tersebut diterima, MUI Jawa Timur akan melakukan konsultasi internal untuk menentukan sosok yang akan menggantikan posisi ketua umum hingga akhir masa jabatan periode 2025–2030.
Dalam kesempatan yang sama, Mutawakkil juga memohon izin kepada para kiai dan pengurus MUI untuk lebih memusatkan perhatian pada pengelolaan pesantren serta pembinaan umat di daerahnya.
“Berilah kesempatan kepada Al-Fakir untuk melatih pesantren Al-Fakir sebagai amanah dari para sesepuh serta membina umat di Probolinggo,” ungkapnya.
Ia berharap proses penentuan kepemimpinan baru MUI Jawa Timur dapat segera diputuskan. Keputusan tersebut nantinya diharapkan dapat segera disampaikan kepada para kiai, masyayikh, serta pengurus MUI kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.
Menutup sambutannya, Kiai Mutawakkil Mutawakkil menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan kepadanya selama memimpin organisasi ulama tersebut.
“Al-Fakir mengaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan selama ini, dan mohon maaf apabila ada kesalahan serta kekurangan,” pungkasnya.