Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
27 Desember 2025 | 10:46 WIB
Inspirasi

Mengenal Sosok Ketua MUI Jawa Timur, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah

IMG 20251227 WA0010
Ketua Umum MUI Jatim Terpilih, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah (Foto: MUI Jatim)

 

Surabaya (Surau.ID) – Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur secara resmi menetapkan KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur masa khidmat 2025–2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Musda XI MUI Jatim yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jumat (26/12/2025).

Forum Musda menyepakati hasil pemilihan Ketua Umum setelah melalui tahapan organisasi yang berjalan secara musyawarah dan mufakat. Penetapan ini sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru MUI Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.

Profil KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah

KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M., merupakan salah satu ulama kharismatik Jawa Timur yang memiliki pengaruh kuat di pesantren dan Nahdlatul Ulama. Ia lahir di Genggong, Probolinggo, pada 22 April 1959, dari pasangan KH Hasan Saifourridzall dan Nyai Hj Himami Hafshawaty. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren yang menanamkan nilai keilmuan, keteladanan, dan khidmah kepada umat.

Sebagai khalifah keempat Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Mutawakkil melanjutkan estafet perjuangan ulama pendahulu dengan pendekatan yang adaptif dan visioner. Ia dikenal luas sebagai kiai yang santun, tawadlu, serta konsisten menjaga manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

Jejak Pendidikan dan Pengembaraan Ilmu

Pendidikan agama KH Mutawakkil dimulai sejak usia belia. Ayahandanya memondokkannya ke Pondok Pesantren Madrasatul Ilmi Syari’ah Sarang, Rembang, Jawa Tengah, yang diasuh KH Imam. Meski hanya sembilan bulan, pengalaman itu menjadi fondasi awal pembentukan karakter santri.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’ien Lirboyo, Kediri. Di pesantren besar tersebut, ia menempuh Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Selama di Lirboyo, KH Mutawakkil mendalami ilmu alat seperti nahwu, sharaf, dan balaghah, serta memperkuat penguasaan fikih, tafsir, dan hadis. Ia belajar langsung di bawah bimbingan ulama besar, antara lain KH Marzuki dan KH Mahrus Ali.

Di luar pesantren, ia melanjutkan studi ke Fakultas Syariah Universitas Tribhakti Kediri. Ia juga aktif berorganisasi di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setelah meraih Sarjana Muda, ia meneruskan kuliah ke Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Namun, perjalanan intelektualnya meluas ketika ia memperoleh beasiswa ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Pada 1983, KH Mutawakkil melakukan studi banding ke sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Polandia, Belgia, dan Belanda. Ia membiayai perjalanan tersebut dengan bekerja serabutan. Dari pengalaman itu, ia memetik pelajaran berharga tentang etos kerja, disiplin, dan akhlak sosial yang relevan bagi pengembangan umat.

IMG 20251227 WA0013

Mengasuh Pesantren dan Mengabdi pada Umat

Tahun 1985 menjadi titik balik hidupnya. Ayahandanya menjemputnya pulang untuk membantu mengajar di Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tak lama berselang, kedua orang tuanya wafat. Amanah kepengasuhan pesantren pun berpindah ke pundaknya. Ia menerima tanggung jawab itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dunia dan akhirat.

Dalam kehidupan keluarga, KH Mutawakkil menikah dengan Nyai Hj Muhibbatul Lubabah asal Jember. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai enam orang putri.

Kiprah Strategis di Nahdlatul Ulama dan MUI

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, KH Mutawakkil mencatatkan kiprah panjang dan strategis. Ia pernah menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Timur selama periode 1992–2008, lalu terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur dua periode, 2008–2018. Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Wakil Rais PWNU Jatim hingga 2023.

Ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur periode 2020–2025. Dalam kepemimpinannya, ia menekankan penguatan ideologi Aswaja, pengembangan pendidikan Ma’arif, pemberdayaan ekonomi umat, layanan kesehatan, serta dakwah yang inklusif.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id