Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
19 Desember 2025 | 20:31 WIB
Inspirasi

Kiai Kafa Ingatkan, Kesalehan Anak Berawal dari Orang Tuanya

IMG 20251219 WA0020
KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Foto: YouTube/NU Online)

 

Surau.ID – Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, menegaskan bahwa memondokkan anak merupakan ikhtiar penting bagi orang tua dalam menjaga akhlak, adab, dan masa depan generasi Islam, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Kiai Kafa dalam tausiyah yang disiarkan melalui kanal YouTube NU Online, Kamis (12/12/2025).

Menurut Kiai Kafa, kecintaan kepada orang-orang saleh tidak cukup diwujudkan dengan rasa hormat semata, tetapi harus diikuti dengan usaha meneladani kehidupan mereka, termasuk dalam mendidik anak-anak.

“Orang-orang saleh mendidik anaknya dengan ilmu agama. Anak-anak mereka dipondokkan, dipesantrenkan,” tutur Kiai Kafa.

Ia menilai pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng akhlak di tengah maraknya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras. Di luar lingkungan pesantren, kata dia, banyak persoalan hidup justru disikapi dengan pelarian yang merusak, sementara tradisi orang-orang saleh adalah menghadap kepada Allah melalui doa, sabar, dan rida.

Kiai Kafa menegaskan bahwa hidup di dunia pasti diwarnai ujian. Ujian tersebut, menurutnya, merupakan sarana Allah untuk mengangkat derajat hamba-Nya yang sabar dan istiqamah.

“Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka ia akan diuji. Apabila ia sabar, rida, dan istiqamah, maka Allah akan memuliakan derajatnya,” ujarnya.

Dalam pandangan Kiai Kafa, prestasi tertinggi orang tua bukanlah keberhasilan materiil, melainkan keberhasilan mendidik anak menjadi pribadi yang saleh dan berilmu. Anak yang saleh, kata dia, akan menjadi amal jariyah bagi kedua orang tuanya.

“Anak yang saleh itu menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi orang tuanya,” ungkapnya.

Orang Tua yang Saleh

Kiai Kafa juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua. Mayoritas anak yang tumbuh menjadi pribadi saleh dan salehah, menurutnya, berasal dari orang tua yang menjaga kesalehan dan keistiqamahan dalam beribadah.

“Orang tua yang hidup sembarangan sejatinya tidak sedang menyayangi masa depan anak-anaknya,” tegas Kiai Kafa.

Sebagai ikhtiar memperbaiki diri, Kiai Kafa mengajak para orang tua untuk memperbanyak tobat dan meningkatkan kualitas ketakwaan. Menurutnya, perubahan perilaku orang tua akan meninggalkan pengaruh spiritual yang kuat bagi anak-anak.

Ia juga menyoroti keistimewaan tradisi pesantren di Indonesia. Dengan jumlah pesantren dan santri yang terbesar di dunia, Kiai Kafa menyebut pesantren sebagai warisan agung para ulama Nusantara yang telah terbukti melahirkan banyak ulama dan tokoh umat.

“Anak dipondokkan agar memiliki adab, akhlak yang baik, serta ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu itulah seseorang dimuliakan oleh Allah,” ujarnya.

Kiai Kafa menutup tausiyah dengan mengajak para orang tua untuk menjadikan pendidikan agama sebagai prioritas utama demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Harapan terbesar orang tua adalah memiliki anak yang saleh dan salehah. Itulah bekal terbaik menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (*)

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id