JOMBANG (Surau.ID) – Mahasiswa Institut Badri Masduqi (IBAMA), Muhammad Irsyad Baitussalam, berhasil meraih dua sanad kaligrafi sekaligus, yakni Khat Diwani dan Diwani Jali, melalui program Dauroh Ramadan di Pondok Sakal, Jombang.
Irsyad yang juga merupakan pendidik di PP Al-Mashduqiah mengikuti program intensif tersebut sejak 20 Ramadan hingga 8 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di kawasan Denanyar dengan bimbingan Athoillah.
Selama mengikuti dauroh, ia menjalani proses pembelajaran secara disiplin, mulai dari teknik dasar hingga penguasaan tingkat lanjut dalam penulisan khat yang dikenal memiliki kompleksitas tinggi.
Hasilnya, Irsyad memperoleh ijazah Khat Diwani pada 19 Ramadan 1447 H dari Ust. Fathur dan ijazah Khat Diwani Jali pada 8 Syawal 1447 H dari Ust. Rois.
“Seni khat bukan hanya soal keindahan tulisan, tetapi juga latihan kesabaran dan ketekunan. Alhamdulillah, melalui proses panjang ini saya bisa mendapatkan dua sanad sekaligus. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.
Irsyad mengungkapkan, selama mengikuti program ia dituntut memiliki kesabaran, ketelitian, serta komitmen tinggi untuk memenuhi standar yang ditetapkan para pembimbing.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari civitas akademika IBAMA sebagai bentuk pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga seni dan keislaman.
Khat Diwani dan Diwani Jali merupakan gaya kaligrafi yang berkembang pada masa Turki Utsmani, dikenal dengan bentuk huruf melengkung dan komposisi artistik yang khas.
Penguasaan kedua jenis khat tersebut membutuhkan latihan intensif serta pendampingan langsung dari pengajar berpengalaman.
Dengan capaian ini, Irsyad diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan sekaligus berkontribusi dalam melestarikan seni kaligrafi Islam di masyarakat. Prestasi ini juga dinilai dapat menjadi inspirasi bagi santri dan mahasiswa untuk mengasah potensi di berbagai bidang keilmuan.