JAKARTA (Surau.ID) – Siswi MAN 4 Jakarta Aira Sachi Nabira mendedikasikan perhatiannya pada krisis iklim melalui riset sains dan aksi kepedulian lingkungan.
Kepedulian tersebut lahir dari keresahannya melihat tingginya angka remaja Indonesia yang belum memahami dampak perubahan iklim. Ia lalu menerjemahkan keprihatinan itu menjadi aksi nyata.
Aira aktif meneliti dan mengikuti berbagai kompetisi sains nasional hingga internasional. Melalui pendekatan ilmiah, ia fokus mencari solusi atas tantangan transisi energi dan kelestarian alam.
Prestasi Riset dan Literasi
Pelajar program Cambridge ini berhasil mengukir deretan prestasi gemilang, termasuk meraih medali emas pada ajang GYIIF 2025 lewat riset pembiayaan energi hijau. Ia juga menulis novel.
Tak berhenti di ruang kompetisi, Aira mendirikan platform digital @climact.id guna mengedukasi anak muda. Ia memanfaatkan media sosial untuk membagikan informasi edukasi serta motivasi belajar.
Persiapan Menuju Internasional
Mengantongi skor IELTS 8.0, Aira kini bersiap melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri. Ia membidik jurusan teknik lingkungan guna memperdalam kontribusinya bagi masa depan bumi.
“Kalau kita sebagai remaja Indonesia enggak mulai melakukan pergerakan dalam mengubah pola aktivitas kita, itu akan memberikan dampak yang sangat besar nantinya,” ujar Aira Sachi Nabira.
Kegigihan Aira membuktikan bahwa keresahan anak muda terhadap kelestarian lingkungan mampu menjadi daya dorong lahirnya prestasi dan perubahan nyata bagi bangsa.