Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Desember 2025 | 22:21 WIB
Nasional

Kitab Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari Ditulis Ulang, Diluncurkan di Haul ke-16 Gus Dur

10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhi 20251220 222023
Kitab Qonun Asasi (Grafis: Surau.ID)

 

Jombang, Surau.ID – Kitab Qanun Asasi karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari resmi diluncurkan setelah melalui proses penulisan ulang. Peluncuran berlangsung bersamaan dengan pengajian rutin Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) dalam rangka peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rabu (17/12/2025).

Kegiatan tersebut digelar di Masjid Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, dan dihadiri ratusan warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah. Peluncuran kitab ini merupakan hasil kolaborasi Tebuireng Institute, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN) PCNU Jombang, serta Ikapete.

Penulisan ulang Kitab Qanun Asasi berangkat dari keprihatinan atas semakin jarangnya kitab tersebut dikaji di kalangan warga NU, padahal kandungannya memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku Nahdliyin. Tebuireng Institute kemudian menginisiasi proses pengetikan ulang, tahqiq, dan penataan ulang naskah agar layak dibaca dan dipelajari kembali.

Ketua Tebuireng Institute, Achmad Roziqi, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya penulisan ulang kitab tersebut.

“Alhamdulillah, Tebuireng Institute dapat menghadirkan kembali salah satu kitab induk karya KH Hasyim Asy’ari, yakni Kitab Qanun Asasi,” ujarnya, dilansir NU Online.

Roziqi berharap kitab tersebut tidak berhenti pada momentum peluncuran, melainkan dapat disebarluaskan secara luas, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Harapannya, setelah Qanun Asasi ini diluncurkan, nilainya bisa diseminasi. Santri yang memiliki sanad keilmuan, serta PCNU Jombang, siap menjadi penggerak untuk menyebarkan ajaran dan teladan Mbah Hasyim,” katanya.

Sementara itu, KH Fahmi Amrullah Hadziq, mewakili dzurriyah Pesantren Tebuireng, menegaskan pentingnya Kitab Qanun Asasi bagi struktur organisasi NU.

“Kitab ini wajib dipelajari oleh seluruh pengurus Nahdlatul Ulama. Menjadi pengurus NU menuntut kesungguhan dalam khidmah dan tanggung jawab,” tutur Gus Fahmi.

Ketua PCNU Jombang tersebut juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penulisan ulang kitab tersebut. Ia berharap Qanun Asasi dapat segera diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipelajari.

“Alhamdulillah, hari ini Kitab Qanun Asasi karya Mbah Hasyim diluncurkan. Insyaallah, ke depan akan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia agar dapat dikaji oleh seluruh pengurus NU,” ucapnya.

Sebagai catatan, Kitab Qanun Asasi ditulis oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sekitar satu abad silam, bertepatan dengan berdirinya Nahdlatul Ulama. Kitab ini memuat pedoman dasar warga NU dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara, sekaligus menjadi rujukan pola pikir dan sikap Nahdliyin.

Versi terbaru Kitab Qanun Asasi ini ditulis ulang oleh Tebuireng Institute dan diterbitkan oleh Pustaka Tebuireng. Sejumlah penulis terlibat dalam proses penulisan ulang versi Arab, di antaranya Ilham Zidal Haq, Iqbal Nursyahbani, Viki Junianto, Wildan Ulumul Fahmi, M. Minahul Asna, dan Falikh Haidar al-Habsy.

Penulis: Khoirul Umam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id