Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
25 Desember 2025 | 04:52 WIB
Daerah, Nasional

211 Pesantren Rusak, Dinas Dayah Aceh Utara Harap Menag Percepat Pemulihan

Pesantren rusak
Salah satu potret kondisi di Aceh Tamiang paska bencana (Eva Safitri/detikcom)

 

Aceh Utara (Surau.ID) – Sebanyak 211 pesantren di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengalami kerusakan akibat banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025. Hingga sebulan pascabencana, pemerintah daerah belum melakukan perbaikan dan pembersihan lumpur secara menyeluruh.

Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan Dayah (pesantren) Aceh Utara meminta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar turun langsung membantu percepatan pemulihan pesantren terdampak banjir.

Kepala Pelaksana Pos Pendataan Musibah Banjir Aceh Utara Bidang Pendidikan Dayah, Sazali, mengungkapkan bahwa ratusan pesantren tersebut mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Dari total 211 pesantren, sebanyak 195 pesantren rusak sedang, 10 pesantren rusak berat, dan enam pesantren rusak ringan.

Selain kerusakan bangunan, banjir juga berdampak besar terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan ribuan warga pesantren. Sazali menyebutkan, bencana tersebut memengaruhi ribuan santri, ustaz, dan pimpinan pesantren.

“Sebanyak 4.420 santri, 5.035 ustad, dan 211 pimpinan pesantren terdampak banjir,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

Ia juga melaporkan adanya korban jiwa dalam bencana tersebut. Menurut Sazali, lima santri dan satu pimpinan pesantren meninggal dunia akibat banjir.

Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, Sazali meminta Kementerian Agama RI membantu perbaikan berbagai fasilitas pesantren yang rusak. Ia menilai, tanpa dukungan pemerintah pusat, proses pemulihan akan berjalan lambat.

Ia merinci kebutuhan mendesak pesantren, mulai dari perbaikan asrama, balai pengajian, mushala, rumah guru, mandi cuci kakus (MCK), hingga dapur umum. Selain itu, pesantren juga membutuhkan berbagai sarana pendukung kegiatan belajar-mengajar dan kebutuhan dasar santri.

“Kami juga butuh bantuan Al-Qur’an, Kitab Turats, lemari, komputer, mesin air, pakaian santri, serta perlengkapan tidur,” terang Sazali, yang juga Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara itu.

Sazali berharap Menteri Agama Nasaruddin Umar dapat berkunjung langsung ke Aceh Utara untuk melihat kondisi pesantren sekaligus memberikan bantuan nyata. Ia menilai keterlibatan langsung Menag sangat penting untuk mempercepat pemulihan pendidikan dayah pascabanjir.

“Kami harap Pak Menteri bisa berkunjung membantu pesantren dan ustaz di Aceh Utara. Jika ini tidak dibantu Menteri Agama, akan lama pemulihannya,” pungkasnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id