JAKARTA (Surau.ID) – Gempa susulan magnitudo M1,1 hingga M6,2 terus mengguncang Flores, NTT, sejak gempa utama M7,7 pada Sabtu (15/8/2026), menyebabkan total 71 korban jiwa hingga Kamis (20/8/2026) pagi.
Hingga Kamis pukul 05.00 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 3.394 kali gempa susulan. Sebanyak 26 di antaranya memiliki magnitudo di atas lima, dengan 99 kejadian terasa oleh masyarakat di wilayah setempat.
Kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan urgensi penanganan bencana. BNPB melaporkan total pengungsi mencapai 59.647 jiwa, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai yang mencapai 20.333 jiwa yang kini berada di pengungsian.
Dinamika Gempa Susulan
Berdasar data sementara, gempa susulan di wilayah Flores diperkirakan masih akan terus terjadi dalam tiga hingga empat minggu ke depan. Masyarakat diimbau untuk selalu tetap tenang namun waspada.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (19/8/2026), menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi sewaktu-waktu di wilayah Flores.
Prioritas Penanganan Kesehatan
Dampak kerusakan fisik melumpuhkan operasional dua rumah sakit dan tiga puskesmas, mendorong Kementerian Kesehatan menetapkan tiga skala prioritas, yakni pelayanan medis segera, rehabilitasi infrastruktur, dan trauma healing bagi para korban.
“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (18/8/2026).
Di tengah duka mendalam atas bertambahnya korban jiwa, kita diingatkan kembali akan kerapuhan hidup dan pentingnya solidaritas sesama. Semoga saudara-saudara kita di Flores diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian bencana yang berat ini.