PROBOLINGGO (Surau.ID) – Lembaga Takhassus Ad Diny Pesantren menggelar acara Pengukuhan Kelulusan Program Tamhidiyyah di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Senin (28/9/2026).
Acara pengukuhan ini menjadi momentum penting pembekalan para calon pengurus pesantren setelah menyelesaikan tahapan panjang masa studi Tamhidiyyah.
Wakil Biro Kepesantrenan, Gus M. Hilman Zidny, hadir memberikan mauidhotul hasanah sekaligus arahan strategis kepada seluruh peserta yang hadir.
Akar Penopang Kehidupan Pesantren
Dalam arahannya, Gus Hilman menegaskan bahwa program Tamhidiyyah merupakan penguatan tahap awal untuk memenuhi kebutuhan dasar calon pengurus pesantren.
Ia mengibaratkan pesantren bagaikan pohon besar, di mana para pengurus memegang peran vital sebagai akar yang kokoh menopangnya.
Membentuk Karakter dan Kedisiplinan
Program ini dirancang bukan untuk menghambat kreativitas, melainkan menjadi sarana menuju kedewasaan melalui bimbingan adab, menuntut ilmu, dan manajemen waktu.
“Dari pengasuh, kita bisa banyak belajar tentang kebiasaan dan perilaku beliau tanpa harus membuka kitab. Perlu ditekankan juga bahwa manajemen waktu itu sangat penting,” ujar Gus M. Hilman Zidny.
Proses belajar sejati melampaui teks kitab, mencakup teladan akhlak pengasuh serta kepedulian terhadap pengelolaan waktu secara bijak.