PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar bedah dan peluncuran Kitab Anaqidul Juman Syarah Syuabul Iman karya KH. Zainul Mu’in Husni pada Ahad, 12 Juli 2026, guna merawat tradisi keilmuan pesantren.
Acara ini menghadirkan KH. Afifuddin Muhajir sebagai pembanding untuk membedah kedalaman isi kitab tersebut. Diskusi ini memperkuat budaya dialog kritis yang telah lama tumbuh dalam ekosistem pendidikan pesantren yang dinamis.
Proses penulisan ini tidak hanya sekadar karya ilmiah, namun menjadi cerminan keterbukaan penulis terhadap koreksi untuk penyempurnaan ilmu. Langkah ini diharapkan mampu memantik semangat santri untuk terus memproduksi literasi berkualitas.
Tradisi Keilmuan Pesantren
Bedah kitab ini menekankan pentingnya menjaga estafet keilmuan dengan cara mengkaji kembali karya klasik. Tradisi ini menuntut keterlibatan aktif para kiai, santri, dan akademisi dalam menelisik substansi keagamaan secara mendalam.
Keterbukaan terhadap kritik menjadi inti dari kegiatan ilmiah ini. Dengan menghadirkan pembanding ahli, proses dialektika dalam dunia pesantren tetap terjaga dan relevan dengan tantangan zaman dalam pengembangan khazanah pengetahuan Islam.
Ikhtiar Mencari Keberkahan Ilmu
Penulisan kitab ini dipandang sebagai bentuk pengabdian intelektual sekaligus upaya spiritual untuk meneladani para ulama terdahulu. Semangat tabarruk menjadi fondasi utama dalam melahirkan karya yang bermanfaat bagi umat dan lembaga.
“Saya hanya ingin sekali tabarruk kepada muallif, dan semoga kita semua yang hadir diberi barokah oleh Allah Swt.,” ujar KH. Zainul Mu’in Husni, Penyusun Kitab.
Semoga semangat literasi ini terus mengalir, menjadi lentera ilmu yang menuntun generasi penerus untuk tetap memegang teguh warisan ulama dengan kerendahan hati dan ketajaman berpikir.